Pergerakan Syiah Di Indonesia

Jaringan Syiah internasional sekarang ini terbagi dalam dua wilayah. Pertama, wilayah utama yaitu daerah bekas wilayah imperium Persia. Dalam wilayah utama, pengembangan Syiah dilakukan  dengan pendekatan  politik dan kultural. Wilayah kedua adalah  wilayah pinggiran dimana  areanya meliputi  negara-negara di luar wilayah imperium Persia. Dalam wilayah ini, pendekatan kultural lebih diutamakan. Dalam wilayah bekas Persia, terdapat lima maraji penting yaitu:

 

- Marja Irani. Tokoh utama Marja Irani adalah Ali Hosseini Khamenei
- Marja Iraq. Tokoh utamanya adalah  Ali Hosseini Sistani
- Marja Bahrain. Tokoh utama : Issa Ahmed Qassim
- Marja Lebanon. Tokoh utama : Mohammad Hussein Fadlallah
- Marja Afganistan, tokoh utama : Qorban Ali Kaboli

Lima  Maraji inilah yang sekarang menjadi kiblat pengembangan Syiah Internasional.

Secara kultural, Syi’ah telah masuk ke Indonesia bersamaan dengan kedatangan Islam ke Nusantara melalui jalur perdagangan dan dakwah dalam bentuknya yang taqiyah. Setelah terjadi Revolusi Islam Iran (1979), pada awal gerakannya bersifat intelektual, namun sejak kehadiran alumnus Qum gerakan Syi’ah mulai mengembangkan Fiqh Syi’ah, sehingga muncullah lembaga-lembaga Syi’ah.

Syi’ah di Indonesia ada dua corak:

1. Syi’ah Politik, untuk membentuk Negara Islam (para pengikut ide-ide politik dan intelektual Syi’ah).
2. Syi’ah non politik, untuk membentuk masyarakat Syi’ah (para pengikut fiqhiyah syi’ah).

Syiah mengalami perselisihan, namun  tidak mengarah kepada perpecahan, karena saling melengkapi :

1. Kubu pertama adalah LKAB (Lembaga komunikasi Ahlul Bait) yang merupakan wadah para alumni al Qum. Kubu ini dimotori oleh ICC Jakarta yang merupakan perpanjangan tangan pemerintah Republik Islam Iran (RII).  LKAB membawai Yayasan Al Munthazar, Fathimah Aqilah, Ar Radiyah, Mulla Sadra, An Naqi, Al Kubra, Al Washilah, MT Ar Riyahi dan gerakan dakwah Al Husainy. LKAB berkantor di Jl Bintaro KODAM Grand Bintaro Jaksel.

2. Kubu kedua  dipegang oleh IJABI.  Dalam kubu ini metode taqiyah kurang disenangi. Sebaliknya, IJABI tampak lebih pluralis. Hal ini terlihat dari beberapa tokoh Sunni yang menjadi  pengikut IJABI.  Kiblat IJABI, bukanlah ke Iran, melainkan  Marja Lebanon di bawah pimpinan Ayatollah Sayyed Mohammad Hussein Fadlallah. Tokoh utama di Indonesia adalah Dr Jalaluddin Rahmat.

3. Para pengikut Syi’ah keturunan Arab melakukan gerakan dengan bertaqiyah (sikap menyembunyikan diri), tidak mau berterus terang mengakui sebagai pengikut syi’ah, secara dhahir mereka tampil sebagai orang syafi’i, seperti Habib Ali Baagil (otak pengeboman Gedung BEJ), Habib Husein Al Habsyi (Presiden Ikhwanul Muslimin Indonesia), Abdullah As Segaf (Ikatan persatuan Ahlul Bait Indonesia), Habib Saleh Al Idrus (majelis Dzikir Nurkhaerat Poso-tokoh perlawanan Poso) dll.

4. Jaringan Syiah di Jawa Timur berpusat di Ponpes YAPI Bangil pimpinan Ustad Husen Al Habsyi, sedangkan jaringan Syi’ah di Jawa tengah ber[usat di Ponpes Al Hadi Pekalongan pimpinan Ahmad Baraqbah dan Toha Musawa. Di Yogyakarta bepusat di Yayasan Roushan Fikr yang dipimpin oleh Sofwan (kader Syiah radikal).

5. Para pengikut Syi’ah keturunan Arab melakukan gerakan dengan bertaqiyah (sikap menyembunyikan diri), tidak mau berterus terang mengakui sebagai pengikut syi’ah, secara dhahir mereka tampil sebagai orang syafi’i, seperti Habib Ali Baagil (otak pengeboman Gedung BEJ), Habib Husein Al Habsyi (Presiden Ikhwanul Muslimin Indonesia), Abdullah As Segaf (Ikatan persatuan Ahlul Bait Indonesia), Habib Saleh Al Idrus (majelis Dzikir Nurkhaerat Poso-tokoh perlawanan Poso) dll.

6. Jaringan Syiah di Jawa Timur berpusat di Ponpes YAPI Bangil pimpinan Ustad Husen Al Habsyi, sedangkan jaringan Syi’ah di Jawa tengah ber[usat di Ponpes Al Hadi Pekalongan pimpinan Ahmad Baraqbah dan Toha Musawa. Di Yogyakarta bepusat di Yayasan Roushan Fikr yang dipimpin oleh Sofwan (kader Syiah radikal).

7. Mengkonsolidasikan semua yayasan Syi’ah dan meminimalisir perbedaan.

8. Berupaya keberadaanya diterima oleh kalangan muslim Indonesia dengan melakukan kegiatan-kegiatan sosial.

9. Berupaya mendirikan Marja al Taqlid sebuah institusi agama yang sangat terpusat, diisi oleh ulama-ulama syi’ah terkemuka dan memiliki otoritas penuh untuk pembentukan pemerintah dan konstitusi Islam


Perkembangan Syiah di Indonesia
Perkembangan Iranian Corner di Indonesia khususnya Perguruan Tinggi cukup marak, Hidayatullah ketika April 2009 menurunkan berita tentang perguruan-perguruan tinggi tersebut yaitu: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Bisa dibayangkan, Yogyakarta, satu kota saja ada 3 Iranian Corner; yang satu UIN, yang dua Muhammadiyah (?).

Di Indonesia Iran memiliki lembaga pusat kebudayaan Republik Iran, ICC (Islamic Cultural Center), berdiri sejak 2003 di bilangan Pejaten, Jakarta Selatan. Dari ICC itulah didirikannya Iranian Corner di 12 tempat tersebut, bahkan ada orang-orang yang aktif mengajar di ICC itu. Menurut Majalah Hidayatullah yang mewawancarai pihak ICC, di antara orang-orang yang mengajar di ICC itu adalah kakak beradik: Umar Shihab ( salah seorang Ketua MUI -Majelis Ulama Indonesia Pusat-?) dan Prof Quraish Shihab (mantan rector IAIN Jakarta dan Menteri Agama zaman Soeharto selama 70 hari, pengarang tafsir Misbah), Dr Jalaluddin Rakhmat, Haidar Bagir, dan O. Hashem penulis produktif yang meninggal akhir Januari 2009. Begitu juga sejumlah keturunan alawiyin atau habaib, seperti Agus Abu Bakar al-Habsyi dan Hasan Daliel al-Idrus.

Di samping itu banyak tokoh Islam Indonesia yang diundang untuk berkunjung ke Iran, kemudian ngomongnya sudah pelo, ada yang menganggap perbedaan Syi’ah dengan Sunni bukan perbedaan principal dan sebagainya. Tanpa malu-malu mereka telah menjilat Iran, padahal negeri itu adalah pembantai Ulama-ulama Sunni, bahkan penghancur masjid-masjid dan kitab-kitab rujukan Sunni.

Syi’ah di Iran yang memusnahkan Ahlus Sunnah itu di Indonesia berpenampilan seakan lemah lembut. Hingga banyak kaum ibu yang tertarik ikut ke pengajian-pengajian mereka. Bahkan Syi’ah merekrut para pemuda untuk diberi bea siswa untuk dibelajarkan ke Iran. Kini ada 300-an mahasiswa Indonesia yang dibelajarkan di Iran, disamping sudah ada 200-an yang pulang ke Indonesia dengan mengadakan pengajian ataupun mendirikan yayasan dan sebagainya. Di antaranya seperti ditulis MajalahHidayatullah :

Sekembalinya ke tanah air, para lulusan Iran ini aktif menyebarkan faham Syi’ah dengan membuka majelis taklim, yayasan, sekolah, hingga pesantren. Di antaranya Ahmad Baraqbah yang mendirikan Pesantren al-Hadi di Pekalongan (sudah hangus dibakar massa), ada juga Husein al-Kaff yang mendirikan Yayasan Al-Jawwad di Bandung, dan masih puluhan yayasan Syi’ah lainnya yang tersebar di Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.

Menurut pusat data lembaga penelitian Syi’ah di Yogyakarta, Rausyan Fikr, seperti disampaikan dalam makalah yang ditulis oleh Pengurus wilayah Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) Yogyakarta, AM Safwan, pada tahun 2001, terdapat 36 yayasan Syi’ah di Indonesia dengan 43 kelompok pengajian. Sebanyak 21 yayasan/ kelompok pengajian di tingkat provinsi, dan 33 yayasan/ kelompok pengajian di tingkat kabupaten. Kota.

Tidak hanya melalui pengajian, upaya penyebaran paham Syi’ah juga gencar dilakukan melalui penerbitan buku. Menurut hasil hitungan Rausyan Fikr, hingga Februari 2001 saja, tidak kurang 373 judul buku mengenai Syi’ah telah diterbitkan oleh 59 penerbit yang ada di Indonesia. (Majalah Hidayatullah, Rabi’ul Tsani 1430H/ April 2009, halaman 29).

Maka dari itu Syiah merupakan ancaman yang sama besarnya seperti ancaman zionis bagi umat islam, oleh karena itu, perlu bagi kita untuk mengetahui sejauh mana peran dan penyebaran mereka di tengah-tengah kita, agar kita selalu waspada dan berhati-hati terhadap bahaya dan makar yang kelak senantiasa mereka lakukan terhadap umat islam. Berikut data-data syiah di indonesia yang untuk saat ini bisa kami himpun..

YAYASAN-YAYASAN MILIK SYI’AH
1. Yayasan Fatimah, Condet, Jakarta.
2. Yayasan Al-Muntazhar, Jakarta.
3. Yayasan Al-Aqilah.
4. Yayasan Ar-Radhiyah.
5. Yayasan Mulla Shadra, Bogor.
6. Yayasan An-Naqi.
7. Yayasan Al-Kurba.
8. YAPI,  Bangil.
9. Yayasan Al-Itrah, Jember.
10. Yayasan Rausyan Fikr, Jogya.
11. Yayasan BabIIm, Jember.
12. Yayasan Muthahhari, Bandung.
13. YPI Al-Jawad, Bandung.
14. Yayasan Muhibbin, Probolinggo.
15. Yayasan Al-Mahdi, Jakarta Utara.
16. Yayasan Madina Ilmu, Bogor.
17. Yayasan Insan Cita Prakarsa, Jakarta.
18. Yayasan Asshodiq, Jakarta Timur.
19. Yayasan Babul Ilmi, Pondok Gede.
20. Yayasan Azzahra  Cawang.
21. Yayasan Al-Kadzim.
22. Yayasan Al-Baro’ah, Tasikmalaya.
23. Yayasan 10 Muharrom, Bandung.
24. Yayasan As Shodiq, Bandung.
25. Yayasan As Salam, Majalengka.
26. Yayasan Al Mukarromah, Bandung.
27. Yayayasan Al-Mujataba, Purwakarta.
28. Yayasan Saifik, Bandung.
29. Yayasan Al Ishlah, Cirebon.
30. Yayasan Al-Aqilah, Tangerang.
31. Yayasan Dar Taqrib, Jepara.
32. Yayasan Al-Amin, Semarang.
33. Yayasan Al-Khoirat, Jepara.
34. Yayasan Al-Wahdah, Solo.
35. Yayasan Al-Mawaddah, Kendal.
36. Yayasan Al-Mujtaba, Wonosobo.
37. Yayasan Safinatunnajah, Wonosobo.
38. Yayasan Al-Mahdi, Jember.
39. Yayasan Al-Muhibbiin, Probolinggo.
40. Yayasan Attaqi, Pasuruan.
41. Yayasan Azzhra, Malang.
42. Yayasan Ja’far As-Shadiq, Bondowoso.
43. Yayasan Al-Yasin, Surabaya.
44. Yapisma, Malang.
45. Yayasan Al-Hujjah, Jember.
46. Yayasan Al-Kautsar, Malang.
47. Yayasan Al-Hasyim, Surabaya.
48. Yayasan Al-Qoim, Probolinggo.
49. Yayasan Al-Kisa’, Denpasar.
50. Yayasan Al-Islah, Makasar.
51. Yayasan Paradigma, Makasar.
52. Yayasan Fikratul Hikmah, Jl Makasar.
53. Yayasan Sadra, Makasar.
54. Yayasan Pinisi, Makassar.
55. Yayasan LSII, Makasar.
56. Yayasan Lentera, Makassar.
57. Yayasan Nurtsaqolain, Sulawesi Selatan.
58. Yas Shibtain, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.
59. Yayasan Al-Hakim, Lampung.
60. Yayasan Pintu Ilmu, Palembang.
61. Yayasan Al-Bayan, Palembang.
62. Yayasan Ulul Albab, Aceh.
63. Yayasan Amali, Medan.
64. Yayasan Al-Muntadzar, Samarinda.
65. Yayasan Arridho, Banjarmasin.
66. Yayasan Al-Itrah, Bangil.
a.    Berdiri    : 1996.
b.    Latar belakang : Keikhlasan tekad untuk mengenalkan Ahlulbait Nabi saw  kepada para pecintanya, serta fenomena fakumnya kajian nonformal yang membahas ilmu-ilmu Ahlulbait di kota Bangil.
c.    Pengurus
Ketua : Ali Ridho Assegaf.
Wakil Ketua : M. Baqir.
Sekertaris I : Zaid Alaydrus.
Sekertaris II : Husein Al-Haddad.

MAJLIS TAKLIM
1. MT. Ar-Riyahi.
2. Pengajian Ummu Abiha, Pondok Indah.
3. Pengajian Al-Bathul, Cililitan.
4. Pengajian Haurah, Sawangan.
5. Majlis Taklim Al-Idrus, Purwakarta.
6. Majlis Ta’lim An-Nur, Tangerang.
7. MT Al Jawad, Tasikmalaya.
8. Majlis Ta’lim Al-Alawi, Probolinggo.

IKATAN
1. Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia (IJABI).
2. Ikatan Pemuda Ahlulbait Indonesia (IPABI), Bogor.
3. HPI – Himpunan Pelajar Indonesia-Iran.
4. Shaf Muslimin Indonesia, Cawang .
5. MMPII, Condet.
6. FAHMI (Forum Alumni HMI), Depok.
7. Himpunan Pelajar Indonesia di Republik Iran (ISLAT).
8. Badan Kerja Sama Persatuan Pelajar Indonesia Se-Timur Tengah dan Sekitarnya (BKPPI).
9. Komunitas Ahlul Bait Indonesia (TAUBAT).

LEMBAGA
1. Islamic Cultural Center (ICC), Pejaten.
2. Tazkia Sejati, Kuningan.
3. Al Hadi, Pekalongan.
4. Al-Iffah, Jember.
5. Lembaga Komunikasi Ahlul  Bait (LKAB), wadah alumni Qom, di motori oleh ICC Jakarta yang merupakan     perpanjangan tangan pemerintah Republik Islam Iran (RII). LKAB membawai Yayasan AI-Munthazar, Fathimah Aqilah, Ar-Radiyah, Mulla Sadra, An-Naqi, Al-Kubra, AI-Washilah, MT Ar-Riyahi dan gerakan dakwah Al-Husainy.

SEKOLAH/PESANTREN
1. SMA PLUS MUTHAHARI di Bandung dan Jakarta.
2. Pendidikan Islam Al-Jawad.
3. Icas (Islamic College for Advanced  Studies) – Jakarta Cabang London.
4. Sekolah Lazuardi dari Pra TK sampai SMP,  Jakarta.
5. Sekolah Tinggi Madina Ilmu, Depok.
6.  Madrasah Nurul Iman, Sorong.
7.  Pesantren Al-Hadi Pekalongan.
8.  Pesantren YAPI,  Bangil.

PENERBIT
Lentera.
Pustaka Hidayah.
Mizan
YAPI Jakarta
YAPI Bangil
Rosdakarya
Al Hadi.
CV Firdaus .
Pustaka Firdaus
Risalah Masa
Al-Jawad
Islamic Center Al-Huda
Muthahhari Press/Muthahhari Papaerbacks
Mahdi
Ihsan
Al Baqir
Al Bayan
As Sajjad.
Basrie Press
Pintu Ilmu
Ulsa Press
Shalahuddin Press
Al-Muntazhar.
Mulla Shadra

PENULIS
- Alwi Husein, Lc.
- Muhammad Taqi Misbah.
- O.Hashem.
- Jalaluddin Rakhmat.
- Husein al-Habsyi.
- Muhsin Labib.
- Riza Sihbudi.
- Husein Al-Kaff.
- Sulaiman Marzuqi Ridwan.
- Dimitri Mahayana

VCD CERAMAH

MAHASISWA-MAHASISWA QOM IRAN :
1. Muhammad Taqi Misbah Yazdi.
2. Euis Daryati, Mahasiswi S2 Jurusan Tafsir Al-Quran, Sekolah Tinggi Bintul Huda Qom. Ketua Fathimiah HPI 2006-2007.
3. Nasir Dimyati, S2 Jurusan Ulumul Quran Universitas Imam Khomeini Qom. Saat ini aktif di BKPPI.
4. Usman Al-Hadi, Mahasiswa S1 Jurusan Ulumul Quran Univ. Imam Khomeini Qom.
5. Abdurrahman Arfan, S1 Jurusan Ushul Fiqh di Jamiatul Ulum Qom, Republik Islam Iran.
6. M. Turkan, S1 Jurusan Filsafat & Irfan di Universitas Imam Khomeini Qom, Republik Islam Iran.
7. Siti Rabiah Aidiah, Mahasiswi di Jamiah Bintul Huda, Qom, Jurusan Ulumul Qur’an.
8. Muchtar Luthfi, Ketua Umum Himpunan Pelajar Indonesia (HPI) di Republik Islam Iran periode 2006-2007,  Sekjen Badan Kerjasama Perhimpunan Pelajar Indonesia (BKPPI) se-Timur Tengah dan Sekitarnya.
9. Herry Supryono, Mahasiswa S1 Fiqh dan Maarif Islamiyah di Madrasah Hujjatiyah Qom, Republik Islam Iran.
10. Saleh Lapadi, asal Sorong, alumni YAPI Bangil, Sekarang menempuh S2 di Qom Iran, pimred islat (islam alternatif).
11. Afifah Ahmad, Mahasiswi S1, Jurusan Maarif Islam di Jamiatul Bintul Huda, Qom Republik Islam Iran.
12. Emi Nur Hayati Ma’sum Said, Mahasiswi S2 Jurusan Tarbiyah Islamiyah & Akhlak di Universitas Jamiah Azzahra, Qom-Iran.
13. A. Luqman Vichaksana S1 Jurusan Filsafat & Irfan di Universitas Imam Khomeini Qom, Republik Islam Iran.
14. Ammar Fauzi Heryadi, mahasiswa Jurusan Filsafat & Irfan di Universitas Imam Khomeini Qom, Republik Islam Iran.

ALUMNI-ALUMNI QOM IRAN
1. DR. Abdurrahman Bima, Alumni dari Hawzah Ilmiah Qom, judul desertasi “Pengaruh Filsafat dalam Konsep Politik Khomeni”.
2.  DR. Khalid Al-Walid, Alumnus dari Hawzah Ilmiah Qom, judul desertasi “Pandangan Eskatologi Mulla Shadra”.
3.  Muhsin Labib, Alumnus Hauzah Ilmiah Qom, Republik Islam Iran. Kandidat Doktor Filsafat Islam di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
4.  Ali Ridho Al-Habsy cucu dari Habib Ali Kwitang, tahun 1974.
5.  Umar Shahab, tahun 1976.
6.  Syamsuri Ali.
7.  Jalaludin Rahmat .
8.  Ahmad  Barakbah .

TENTANG QOM
1. Tahun 1990 ada 50 orang belajar di Qom.
2. Tahun 1999 jumlah alumni sudah lebih dari 100 orang.
3. Tahun 2001, 50 mahasiswa indonesia melanjutkan studi di Qom.
4. Tahun 2004,  90 mahasiswa Indonesia melanjutkan studi di Qom.

MAJALAH/JURNAL
1. Majalah Syi’ar.
2. Jurnal Al-Huda.
3. Jurnal Al-Hikmah.
4. Majalah Al-Musthafa.
5. Majalah Al-Hikmah.
6. Majalah Al-Mawaddah.
7. Majalah Yaum Al-Quds.
8. Buletin Al-Tanwir.
9. Buletin Al-Jawwad.
10. Buletin Al-Ghadir.
11. Buletin BabIIm.

RADIO/TV
1. IRIB (Radio Iran siaran bahasa Indonesia).
2.  Hadi TV, tv satelite (haditv.com).
3.  TV Al-Manar, Libanon, dpt diakses sejak April 2008, bekerja sama dengan INDOSAT.
4.  Myshiatv.com.
5.  Shiatv.net.

WEBSITES
10.    ICAS (icas-indonesia.org)
11.    Islamfeminis.wordpress.com
13.    Yapibangil.org
14.    Alitrah.com

BLOGROLL
7. GENCAR AHLULBAYT NUSANTARA http://musadiqmarhaban.wordpress.com/
12. web syiah terlengkap http://syiahali.wordpress.com/

RITUAL
1. Peringatan Maulid Nabi.
2. Peringatan Idul Ghadir .
3. Pelaksanaan ritual Shalat Iedain.
4. Pelaksanaan ritual Lailatul Qadr.
5. Peringatan Asyura.
6. Taqiyah.
7. Majlis Do’a Kumail, malam Jumat.
8. Ghadir Khum.

UNIVERSITAS-UNIVERITAS YANG DILINK
1. Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
2. Politeknik Negeri Jakarta.
3. Sekolah Tinggi Informatika dan Komputer Indonesia .
4. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Perbanas.
5. STMIK AKAKOM Yogyakarta .
6. Universitas Gajah Mada.
7. Universitas Pembangunan Nasbional “Veteran” Jakarta.
8. Universitas Airlangga.
9. Brawijaya University.
10. Universitas Darma Persada Jakarta.
11. Universitas Gunadarma.
12. Universitas Islam Indonesia.
13. Universitas Muhammadiyah Jakarta.
14. Universitas Negri Malang.
15. Universitas Negeri Manado.
16. Universitas Negeri Semarang.
17. Universitas Pendidikan Indonesia.
18. Universitas Pertanian Bogor.
19. Institut Teknologi Nasional Malang.
20. Politeknik Negeri Ujung Pandang.
21. Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
22. STIE Nusantara.
23. Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta
24. Universitas Klabat.
25. Universitas Malikussaleh.
26. Universitas Negeri Makasar.
27. Universitas Sriwijaya.
28. UPN Veteran Jawa Timur.

BERITA
1. Mukhtamar III IJABI 28 Februari – 1 Maret 2008. Tempat: Celebes Convention Center (CCC), Makassar. Peserta: 1.000 orang ahlul bait Indonesia, dan tokoh Syi’ah Timur Tengah dan Eropa. Pembicara: Syaikh Muhammad Salak, wakil Majma’ Ahlul Bait Teheran, Ayatullah DR. Sayyed Muhammad Musawi, pimpinan ahlul bait London. Dr. Jalaluddin Rachmat Ketua Dewan Syurah Ijabi Indonesia.

2. Server Terbesar Syiah Di-Hack. Kelompok hacker yang beridentitas Group_Xp, tadi malam [Kamis, 18, Sep 2008] mengaku telah meng-hacker server Syiah terbesar di dunia melalui server Al-Baith [ns1.al-shia.com dan ns3.al-shia.com). Dikatakan, kelompok hacker tersebut meninggalkan pesan berbahasa arab dan mengaku dari kelompok wahabi Emirat Arab. Selain itu mereka juga mengaku telah merusak semua situs-situs Syiah yang dinamai oleh mereka sebagai Rafidhah.

ULAMA’ RUJUKAN QOM
Di Qom terdapat 23 ulama yang bisa menjadi rujukan untuk diikuti. Di bawah ini beberapa marja’ yang cukup terkenal di Qom.
1. Ayatullah Sayyid Ali al-Khamenei, 68 tahun. Pemimpin besar (Rahbar) ini adalah pengganti Imam Khomeini.
2. Ayatullah Muhammad Imami Kasyani.
3. Ayatullah al-Uzhma Syeikh Muhammad Taqi Bahjat Fumani.

KERJA SAMA
Universitas Islam Alaudin Makasar dengan Yayasan Ahlul Bait, Iran tahun 2004 dengan program sisipan (sandwich program) kuliah tamu, bantuan buku-buku literatur Islam untuk mendukung pengkajian studi Islam

PENYIMPANGAN SYI’AH
1. Aqidah Syirik, menisbatkan sifat Ilahiyah kepada imam mereka seperti pemilik dunia akherat, rob bumi.

2. Aqidah Bada‘, yaitu keyakinan bahwa Allah mengetahui sesuatu setelah sebelumnya tidak mengetahuinya.

3. Aqidah Raj’ah, yaitu kembali hidup sesudah mati sebelum hari kiamat

4. Aqidah Taqiyyah, suatu perkataan dan perbuatan yang dilakukan tidak sesuai dengan keyakinan, untuk  menghindari bahaya yang mengancam jiwa, harta, atau kehormatan.

5. Aqidah Kema’suman Para Imam.
a. Para imam mereka ma’sum (terjaga dari kesalahan dan dosa) serta mengetahui ilmu ghaib.
b. Para imam lebih utama dari para nabi dan rasul, dan mereka memiliki kedudukan yang tidak bisa dicapai oleh malaikat dan para rasul.

6. Aqidah Syi’ah Tentang al-Qur’an. Dalam Al-Kafi I/239, disebutkan, bahwa: “Mushaf Fatimah itu ada dan tebalnya tiga kali lipat al-Qur’an kita, dan di dalamnya tidak ada satu huruf pun yang sama dengan al-Qur’an kita.”

7.  Aqidah Kota Najaf Dan Tanah Karbala :
a. Orang Syi’ah meyakini bahwa Najaf, Karbala, dan Qom sebagai tanah haram, karena terdapat kuburan para imam mereka.
b. Tanah Karbala, menurut orang Syi’ah, lebih utama daripada Ka’bah.

8. Nikah mut’ah dan keutamaannya.
a. Nikah mut’ah menjadi dasar ajaran Syi’ah, siapa mengingkarinya kafir.
b. Menikah mut’ah sekali akan menjadi ahli surga.
c. Orang yang meninggal dan belum pernah menikah mut’ah, akan datang pada hari kiamat dalam kondisi buntung.
d. Derajat orang yang menikah mut’ah sekali seperti Husain, dua kali seperti Hasan, tiga kali seperti Ali, dan tiga kali seperti Rasulullah SAW.

9.  Penilaian Syi’ah terhadap selainnya (khususnya Ahlus Sunnah).
Orang bukan Syi’ah adalah buta mata dan hati, terlaknat, sesat dan menyesatkan, murtad, kafir

10. Pandangan Syi’ah Terhadap Ahlus Sunnah.
Syi’ah memandang halal harta dan darah Ahlus Sunnah, lebih kafir daripada Yahudi dan Nasrani.
Wanita Syi’ah tidak boleh dinikahkan dengan laki-laki Ahlus Sunnah, karena ia kafir.

11. Sumber Ajaran Syi’ah :
Ajaran Syi’ah dibangun di atas Al-Qur’an dan as-sunnah sesuai dengan VERSI MEREKA, dan dibangun di atas MENYELISIHI AHLU SUNNAH.

12. Dalam Ibadah :
a.   Mereka memiliki adzan yang berbeda. Yaitu dengan tambahan syahadat menjadi empat, kalimat hayya ‘ala khairil ‘amal sesudah hai’alatain, dan lainnya.
b.   Bersedekap membatalkan shalat, kecuali karena lupa atau taqiyyah (berpura-pura).
c.   Mengucapkan amiin sesudah membaca al Fatihah membatalkan shalat, kecuali karena lupa atau taqiyyah.
d.   Tidak shalat Maghrib kecuali sesudah bertebarannya bintang-bintang.

TENTANG IJABI (IKATAN JAMA’AH AHLUL BAIT INDONESIA)
Berdiri : 1 Juli 2000 di Bandung
Pendiri :
DR. Jalaluddin Rachmat.
DR. Dimitri Mahayana dari ITB.
DR. Hadi Suwastio
Ketua Dewan Syura : DR. Jalaluddin Rachmat.
Ketua Dewan Tanfidziyah: DR. Dimitri Mahayana.
Sekretaris umum: Emilia Az.
Mayoritas pengikutnya berpendidikan tinggi serta berasal dari kalangan pribumi.
Tahun 2008:
a.    Satu-satunya organisasi legal ahlulbait.
b.    Tersebar di 33 propinsi, 84 cabang, 145 sub-cabang, 125 kantor lokal.
c.    Jumlah anggota sekitar  2,5 juta anggota.
d.    Memiliki 10 sekolah gratis dan 1 klinik gratis.

ISLAMIC CULTURAL CENTER INDONESIA
Alamat:
Buncit Raya Kav. 35 Pejaten Barat Jakarta 12510
PO.BOX 7335 jkspm 12073 Telp.: 021-7996767 Faks.: 7996777.
Visi:
Terwujudnya masyarakat islami yang tercerahkan spiritual dan intelektual dengan integritas tinggi dalam membuka cakrawala baru.
Dewan Pendiri
e.    DR. Haidar Bagir.
f.    Prof. DR. Jalaluddin Rakhmat.
g.    Umar Shahab, MA
Direktur
Syaikh Mohsen Hakimollahi
MITRA
Departemen Agama.
Majelis Ulama Indonesia
Ormas keagamaan
Lembaga Swadaya Masyarakat
Lembaga Ahlul Bait dalam dan luar negeri
Media massa cetak dan elektronik
Perguruan tinggi.

KERJA SAMA
- Universitas Islam Alaudin Makasar dengan Yayasan Ahlul Bait, Iran tahun 2004 dengan program sisipan (sandwich program) kuliah tamu, bantuan buku-buku literatur Islam untuk mendukung pengkajian studi Islam
PENYIMPANGAN SYIAH
Aqidah Syirik, menisbatkan sifat Ilahiyah kepada imam mereka seperti pemilik dunia akherat, rob bumi.
Aqidah Bada’, yaitu keyakinan bahwa Allah mengetahui sesuatu setelah sebelumnya tidak mengetahuinya.
Aqidah Raj’ah yaitu kembali hidup sesudah mati sebelum hari kiamat
Aqidah Taqiyyah, suatu perkataan dan perbuatan yang dilakukan tidak sesuai dengan keyakinan, untuk menghindari bahaya yang mengancam jiwa, harta, atau kehormatan.
- Aqidah Kema’suman Para Imam
Para imam mereka ma’sum (terjaga dari kesalahan dan dosa) serta mengetahui ilmu ghaib.
Para imam lebih utama dari para nabi dan rasul, dan mereka memiliki kedudukan yang tidak bisa dicapai oleh malaikat dan para rasul.
Aqidah Syi’ah Tentang al-Qur’an
(Al-Kafi I/239) : “Mushaf Fatimah itu ada dan tebalnya tiga kali lipat al-Qur’an kita, dan di dalamnya tidak ada satu huruf pun yang sama dengan al-Qur’an kita.”
* Aqidah Kota Najaf Dan Tanah Karbala
•  Orang Syi’ah meyakini bahwa Najaf, Karbala, dan Qum sebagai tanah haram, karena terdapat kuburan para imam mereka.
Tanah Karbala, menurut orang syi’ah, lebih utama daripada Ka’bah.
• Nikah Mut’ah dan Keutamaannya
Nikah mut’ah menjadi dasar ajaran syi’ah, siapa mengingkarinya kafir.
Menikah mut’ah sekali akan menjadi ahli surga.
Orang yang meninggal dan belum pernah menikah mut’ah, akan datang di hari kiamat dalam kondisi buntung.
Derajat orang yang menikah mut’ah sekali seperti Husain, dua kali seperti Hasan, tiga kali seperti Ali, dan tiga kali seperti Rasulullah SAW.
•  Penilaian Syi’ah Terhadap Selainnya (Khususnya Ahlus Sunnah)
•  Orang bukan syi’ah adalah buta mata dan hati, terlaknat, sesat dan menyesatkan, murtad, kafir
* Pandangan Syi’ah Terhadap Ahlus Sunnah: 
•  Syi’ah memandang halal harta dan darah Ahlus Sunnah, lebih kafir daripada Yahudi dan Nasrani.
•  Wanita Syi’ah tidak boleh dinikahkan dengan laki-laki Ahlus Sunnah, karena ia kafir.
•  Sumber Ajaran Syi’ah
•  Ajaran syi’ah dibangun di atas Al-Qur’an dan as-sunnah sesuai dengan versi mereka dan dibangun di atas menyelisihi Ahlus Sunnah.
* Pandangan Syi’ah Dalam Ibadah :
•  Mereka memiliki adzan yang berbeda. Yaitu dengan tambahan syahadat menjadi empat, kalimat Hayya ‘Ala Khairil ‘Amal sesudah hai’alatain, dan lainnya.
•  Bersedekap membatalkan shalat, kecuali karena lupa atau taqiyyah.
•  Mengucapkan amiin sesudah membaca al Fatihah membatalkan shalat, kecuali karena lupa atau taqiyyah.
•    Tidak shalat maghrib kecuali sesudah bertebarannya bintang-bintang.

TENTANG IJABI ( IKATAN JAMAAH AHLUL BAIT INDONESIA)
Berdiri : 1 Juli 2000 di Bandung
Pendiri : DR. Jalaluddin Rachmat
DR. Dimitri Mahayana dari ITB
DR. Hadi Suwastio
Ketua Dewan Syura : DR. Jalaluddin Rachmat
Ketua Dewan Tanfidziyah : DR. Dimitri Mahayana
Sekretaris umum: Emilia Az
-  Mayoritas pengikutnya berpendidikan tinggi serta berasal dari kalangan pribumi
-  Melarang pengikutnya nikah mut’ah
-  satu-satunya organisasi legal ahlulbait
-  Tersebar di 33 propinsi, 84 cabang, 145 sub-cabang, 125 kantor lokal.
-  Jumlah anggota sekitar  2, 5 juta anggota
-  Memiliki 10 sekolah gratis dan 1 klinik gratis

TENTANG ISLAMIC CULTURAL CENTER JAKARTA
Alamat : . Buncit Raya Kav. 35 Pejaten Barat Jakarta 12510
PO.BOX 7335 jkspm 12073 Telp.: 021-7996767 Faks.: 7996777
VISI :
Terwujudnya masyarakat islami yang tercerahkan spiritual dan intelektual dengan integritas tinggi dalam membuka cakrawala baru.
Dewan Pendiri:
DR. Haidar Bagir
Prof. DR. Jalaluddin Rakhmat
Umar Shahab, MA
Direktur : Syaikh Mohsen Hakimollahi

MITRA
1. Departemen Agama
2. Majelis Ulama Indonesia
3. Ormas keagamaan
4. Lembaga Swadaya Masyarakat
5. Lembaga Ahlul Bait dalam dan luar negeri
6. Media massa cetak dan elektronik
7. Perguruan tinggi.

TENTANG YAYASAN AL-ITRAH
Tempat    : Bangil
Berdiri    : 1996
Latar belakang: keikhlasan tekad untuk mengenalkan Ahlulbayt Nabi saw  kepada para pecintanya, serta fenomena fakumnya kajian nonformal yang membahas ilmu-ilmu Ahlulbayt di kota Bangil
Pengurus :
Ketua : Ali Ridho Assegaf
Wakil Ketua : M. Baqir
Sekertaris I : Zaid Alaydrus
Sekertaris II : Husein Al-Haddad

SITUS CONTER SYIAH



Tidak ada komentar