Headlines News :
Home » , » Bundaran HI (Jakarta) Jika Dilihat Dari Atas Menyimpan Misteri Mata Horus?

Bundaran HI (Jakarta) Jika Dilihat Dari Atas Menyimpan Misteri Mata Horus?

Written By Dedi E Kusmayadi on 4/28/2012 | 4/28/2012


Tak disangka penampakan dari Atas Bunderan HI menyimpan Misteri Mata Horus? atau hanya secara kebetulan saja.



Illuminati (bentuk plural dari bahasa Latin illuminatus, “tercerahkan”) adalah nama yang diberikan kepada beberapa kelompok, baik yang nyata (historis) maupun fiktif. Secara historis, nama ini merujuk pada Illuminati Bavaria, sebuah kelompok rahasia pada Zaman Pencerahan yang didirikan pada tanggal 1 Mei tahun 1776.

Sejak diterbitkannya karya fiksi ilmiah postmodern berjudul The Illuminatus! Trilogy (1975-7) karya Robert Shea dan Robert Anton Wilson, nama Illuminati menjadi banyak digunakan untuk menunjukkan organisasi persekongkolan yang dipercaya mendalangi dan mengendalikan berbagai peristiwa di dunia melalui pemerintah dan korporasi untuk mendirikan Tatanan Dunia Baru. Dalam konteks ini, Illuminati biasanya digambarkan sebagai versi modern atau keberlanjutan dari Illuminati Bavaria.

 
Sejarah

Gerakan ini didirikan pada tanggal 1 Mei 1776 di Ingolstadt (Bavaria Atas) dengan nama Ordo Illuminati, dengan anggota awalnya sebanyak lima orang,[1] dan dipelopori oleh Adam Weishaupt (m. 1830) yang Yesuit.[2] Dia adalah profesor hukum kanon di Universitas Ingolstadt.[3] Kelompok ini terdiri dari para pemikir bebas sebagai perwujudan Pencerahan dan nampaknya mencontoh Freemason.[4] Anggota Illuminati melakukan sumpah rahasia dan berikrar untuk mengabdi kepada atasan mereka. Anggotanya dibagi menjadi tiga kelas, masing-masing dengan beberapa tingkatan, dan banyak cabang Illuminati menarik anggota dari loji Mason yang sudah ada.

Pada awalnya Weishaupt berencana bahwa kelompok itu akan dinamai "Perfectibilists".[1] Kelompok itu juga disebut Illuminati Bavaria dan ideologinya disebut "Illuminisme". Banyak intelektualis dan politisi progresif terkenal yang menjadi anngotanya, termasuk Ferdinand dari Brunswick dan diplomat Xavier von Zwack, yang menjadi orang kedua di organisasi.[5] Organisasi ini memiliki cabang di banyak negara di Eropa. Dilaporkan bahwa ada sekitar 2.000 anggota dalam kurun waktu 10 tahun.[3] Organisasi ini juga menarik kalangan sastrawan semacam Johann Wolfgang von Goethe dan Johann Gottfried Herder, serta para duke yang berkuasa di Gotha and Weimar.

Pada tahun 1777 Karl Theodor menjadi penguasa Bavaria. Dia adalah seorang pendukung Despotisme Tercerahkan dan pemerintahannya melarang segala bentuk kelompok rahasia termasuk Illuminati. Perpecahan dan kepanikan Internal terjadi di dalam Illuminati sebelum akhirnya kelompok ini mengalami pembubaran, yang dipengaruhi oleh Dekrit Sekular yang dikeluarkan oleh pemerintah Bavaria.[3] Dekrit pada tanggal 2 Maret 1785 tersebut "nampaknya menjadi pukulan mematikan bagi Illuminati di Bavaria." Weishaupt sendiri membawa kabur dokumen dan korespondensi internal Illuminati, namun kemudian berhasil diambil pada tahun 1786 dan 1787, lalu dipublikasikan oleh pemerintah pada tahun 1787.[6] Rumah Von Zwack digeledah untuk mencari lebih banyak dokumen mengenai kelompok tersebut.[5]


Illuminati Modern

Beberapa kelompok persaudaraan modern mengklaim sebagai “pewaris” Illuminati Bavaria dan telah secara terang-terangan menggunakan nama “Illuminati” dalam pelaksanaan ritus mereka. Beberapa, misalnya banyak kelompok yang menyebut diri mereka sebagai “Ordo Illuminati”,menggunakan nama itu secara langsung dalam organsiasi mereka, misalnya Ordo Templi Orientis, menggunakan nama “Illuminati” sebagai tingkatan inisiasi dalam organisasi mereka.

Illuminati dan Setan

Penafsiran baru tentang setan merupakan inti ajaran Iluminati. Mereka menganggap bahwa setan adalah malaikat yang jatuh dari surga dan sengaja “dibumikan”, yaitu untuk menebus dosanya dengan cara menjadi penyelamat bagi umat manusia dari kepalsuan agama Kristen. Mereka menganggap bahwa kesalahan fatal umat Kristen adalah menjadikan Yesus sebagai Tuhan dan gereja sebagai pusat dogma yang menjadi “penjara” kebebasan manusia.

Mereka menganggap tuduhan kepada setan bahwa ia sebagai makhluk yang sesat dan berdosa adalah salah sama sekali. Justru, setan adalah lambang dari keberanian, keterbukaan, dan rasa tanggung jawab. Sikapnya yang membangkang kepada Tuhan bukanlah sebuah kesalahan, melainkan tanggung jawab dan rasa cintanya terhadap manusia. Setan adalah sosok malaikat yang berani mengambil risiko dalam rangka memberikan pelajaran demokrasi kepada manusia. Setan adalah “bapaknya demokrasi” dan “bapaknya kebebasan”, yang memberikan semangat paling orisinal dalam memperjuangkan demokrasi dan kebebasan.

kurang jelas Gambarnya : 
Begitu banyak misteri yang ada disekitar kita, tanpa kita sadari semua yang ada di dalam kehidupan kita pun penuh dengan misteri,, Jadi saya hanya bisa berkata "Berpikir skeptik lah dengan apa yang anda lihat,dengar, dan rasakan"


_______________
Catatan Kaki :
1. Stauffer, Vernon (1918). New England and the Bavarian Illuminati. NY: Columbia University Press. pp. 133–134. OCLC 2342764. Diakses 27 January 2011.
2. Stauffer, hlm. 129.
3. McKeown, Trevor W. (16 February 2009). "A Bavarian Illuminati Primer". Grand Lodge of British Columbia and Yukon A.F. & A.M. Diarsipkan dari aslinya tanggal 27 January 2011. Diakses 27 January 2011.
4. Goeringer, Conrad (2008). "The Enlightenment, Freemasonry, and The Illuminati". American Atheists. Diarsipkan dari aslinya tanggal 27 January 2011. Diakses 27 January 2011.
5. Introvigne, Massimo (2005). "Angels & Demons from the Book to the Movie FAQ - Do the Illuminati Really Exist?". Center for Studies on New Religions. Diarsipkan dari aslinya tanggal 27 January 2011. Diakses 27 January 2011.
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BUKU TAMU

Buku Tamu
Recommended Post Slide Out For Blogger
 
Copyright © PRA BENCANA KEDATANGAN DAJJAL
    Twitter Facebook Google Plus Vimeo Videosmall Flickr YouTube