Headlines News :
"JIHAD Menegakkan TAUHID, Membela Sunnah RASUL ALLAH, Hancurkan SYIRIK, Musnahkan BID'AH, Terapkan SYARI'AT ALLAH, Berantas KEMUNGKARAN dan KEMAKSIATAN," Tegaknya AGAMA ini haruslah dengan Kitab (AL QUR'AN DAN SUNNAH) Sebagai Petunjuk dan Sebagai Penolong. Kitab menjelaskan apa-apa yang diperintahkan dan apa-apa yang dilarang ALLAH, Pedang atau Pena menolong dan membelanya ".(Nasehat Berharga Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahumullah)

Widget by KaraokeBatak
Home » » Prabowo, Thaksin, Anwar Ibrahim dan Krisis Mata Uang di Tahun 1997

Prabowo, Thaksin, Anwar Ibrahim dan Krisis Mata Uang di Tahun 1997

Written By Dedi E Kusmayadi on 31 Mei, 2013 | Jumat, Mei 31, 2013

Mike Billington dari Executive Intelligence Review dalam artikelnya "Alat Kerajaan Inggris Untuk Kembali ke Malaysia" tulis seperti itu Ketika Soros memimpin serangan spekulatif di Malaysia dan negara-negara tetangganya pada tahun 1997, Anwar, yang menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri dan Menteri Keuangan Dr Mahathir di waktu, telah menuntut bahwa spekulan diberi kebebasan, dan memaksakan "persyaratan IMF tanpa IMF," Mr Billington lebih lanjut menyatakan bahwa Anwar membela spekulan, mengakui bahwa ia sempat beredar kertas Soros untuk pembuat kebijakan di Malaysia, dan membela Soros ketika Mahathir disebut Soros pencuri dan tolol. Dalam menanggapi pertanyaan publik dari Mr.Billinton pada tahun 2005, Anwar membela usahanya untuk memaksakan penghematan IMF dan mendikte perdagangan bebas di Malaysia, meskipun fakta bahwa kebijakan tersebut kemudian menghancurkan perekonomian tetangga Malaysia. 

Di atas adalah beberapa kutipan dari artikel Mr.Billington 's dan harus dibaca secara keseluruhan (klik di sini)

Indikasi pertama pasti bahwa Illuminati telah melancarkan serangan besar terhadap Asia Tenggara pada tahun 1997 ketika mereka direkayasa krisis mata uang regional dengan Thailand, Malaysia dan Indonesia sebagai target utama. Serangan itu adalah sebagian besar sukses dengan pengecualian Malaysia. Banyak orang tewas dan Illuminist berhasil dikuasai Thailand dan pemerintahan Indonesia itu.

Di satu sisi, ada kesamaan dalam serangan yang dilakukan terhadap Malaysia, Indonesia dan Thailand. Pertama-tama, semua 9 negara yang terkena dampak langsung krisis, hanya tiga yang politis diperburuk oleh krisis. Negara-negara lain, terutama mereka yang dikenal sebagai sekutu Amerika Serikat (seperti Singapura, Korea Selatan, Jepang dan Filipina) yang terhindar dari penderitaan nasib yang sama. Kedua, peristiwa politik konsekuen untuk krisis yang terjadi selama periode ini kemudian menemukan menjadi acara utama di balik kenaikan dari link tertentu politisi untuk krisis itu sendiri. Misalnya, konsekuen dengan permintaan reformis, Pada tahun 1997 Thailand mengadopsi konstitusi baru yang bertujuan untuk mengurangi jumlah partai di Thailand. Ia kemudian disepakati bahwa sebagai hasil dari konstitusi baru, sebagian besar partai-partai kecil di Thailand bersatu di bawah Thaksin Shinawatra Partai - Thai Rak Thai (partai baru yang dibentuk hanya setahun setelah krisis) untuk menangkap mayoritas kursi. Ironisnya, itu kemudian mengungkapkan bahwa Thaksin Shinawatra adalah salah satu orang yang telah memainkan peran dalam krisis tahun 1997, Telah diselidiki oleh pengadilan dan seperti yang dibocorkan oleh mantan kabinet anggota Sanoh Thaksin bahwa "Ada empat orang yang mendapat terlibat dalam depresiasi Baht, yaitu Chavalit, Thaksin, Thanong dan Pokin,"

Sejarah telah mencatat bahwa lengsernya Presiden Soeharto akibat tuntutan reformasi yang harus dibayar mahal oleh mahasiswa dan sebagian kecil elemen masyarakat dengan pengorbanan materi, raga bahkan jiwa dalam peristiwa yang dikenal dengan istilah “Tragedi mei 1998”.

TGPF (Tim Gabungan Pencari Fakta) mencatat tidak kurang 288 orang korban meninggal, 101 korban luka, 92 orang wanita menjadi korban pemerkosaan, Ratusan rumah serta puluhan Mall / Dept. Sore terbakar. Kerugian fisik diperkirakan mencapai Rp 2,5 Triliun.

Protes mahasiswa berawal saat mahasiswa UI mendatangi DPR / MPR untuk menyatakan penolakan terhadap pidato pertanggung jawaban Presiden Soeharto yang di sampaikan pada Sidang Umum MPR 5 Maret 1998. Mahasiswa menyerahkan agenda “Reformasi Nasional”. Mahasiswa di terima oleh Fraksi ABRI.

Aksi mahasiswa tidak di hiraukan oleh Soeharto dan 11 maret 1998 Harmoko sebagai Ketua DPR / MPR dalam SU MPR melantik Soeharto sebagai Presiden RI.

9 Mei 1998 Soeharto berangkat ke Kairo, Mesir untuk menghadiri pertemuan KTT G -15. Ini merupakan lawatan terakhirnya keluar negeri sebagai Presiden RI.

Setelah terjadi penembakan mahasiswa Trisakti 12 Mei 1998 menewaskan 4 orang mahasiswa (Elang Mulia, Hafidin Royan, Hendriawan dan Heri Hartanto. Semoga mereka mendapat tempat disisi Allah). Dan puluhan yang luka. Namun aparat membantah telah menggunakan peluru tajam, Tetapi uji balestik di Belafast Irlandia thn 200, peluru yang tertanam di tubuh korban adalah peluruh tajam berkaliber 5,56 mm dari senjata Polri unit Satuan Gegana

Di beberapa lokasi aksi mimbar bebas seperti di depan kampus UI terdapat sekelompok massa “BERAMBUT CEPAK” ada juga yang GONDRONG memprovakasi massa untuk melakukan unjuk rasa. pakai baju ormas mengajak mahasiswa UI keluar kampus untuk demo bersama, namun mahasiswa tidak terpancing, akhirnya massa bermabut cepak mulai melemparkan batu ke dalam kampus dan membakar ban mobil. Massa tersebut jumlah kecil itu mulai memprovakasi masyarakat yang berada di sekitar Jl. Dr. Cipto Mangunkusumo, mereka berorasi memancing masyarakat sekitar. Tiba2 banyak yang datang bergabung lalu mereka membakar Show Room mobil Timor.  Massa tersebut akhirnya disebut “KELOMPOK SILUMAN”

Ada yang aneh, kelompok siluman ini mahir melempar bom moltov dan lihai memprovakasi rakyat, menyulut kemarahan massa, mereka selalu datang bergerombol di terjunkan ke lokasi demo dengan mobil pick up, truk serta menghilang tiba-tiba begitu kerusuhan meletup

13 Mei 1998 Jakarta mencekam, rusuh dimana mana, Jakarta berkobar, kerusuhan, penajarahan, pembakaran toko, perkantoran bahkan Yogya Depatement Store terhabakar habis, Supermarket Hero, Super Indo, Makro, Goro, Ramayana dan Borobudur, media massa melaporkan kurang lebih  500 orang meninggal dunia terpanggang hidup-hidup, pererkosaan terhadap wanita,

Pada tgl 14 Mei ada pasukan dari Solo di berangkatkan ke Jakarta, mendarat di Bandara Halim. Pada saat yang bersamaan antara Jakarta dan Solo, kerusuhan terjadi dalam waktu tepat bersamaan yaitu pagi hari. Jakarta benar-benar lumpuh. Hari itu merupakan puncak dari huru hara di Jakarta dan beberapa kota besar di Indonesia.

Soeharto, mengatakan bersedia mengundurkan diri jika rakyat menginginkan. Ia mengatakan itu di depan masyarakat Indonesia di Kairo.

15 Mei ‘98, Soeharto mempersingkat lawatannya di Kairo dan kembali ke Indonesia serta mengatakan bersedia mengundurkan diri.

Dari rangkaian rangkuman singkat peristiwa lengsernya Soeharto & kerusuhan yang berkobar pada Mei 1998 banyak keanehan yang terjadi

Siapa dibali kerusuhan Mei 1998. Apakah WIRANTO?? atau PRABOWO SUBIANTO??

Apakah kerusuhan yang terjadi hampir bersamaan waktunya di beberapa kota besar di Indonesia secara SPONTANITAS?? atau BY DESIGN ??

Siapa dibalik penembakan mahasiswa serta penculikan aktifis Mei 1998. WIRANTO? Atau PRABOWO SUBIANTO?

Siapakah massa “berambut cepak berseragam ormas” yang mempropokasi masyarakat

Kemana Polri dan TNI saat kerusuhan melanda Ibu kota membuat Jakarta lumpuh total, masyarakat ketakutan?

Kenapa pemerintah dalam hal ini TNI tidak memberlakukan jam malam sebagai situasi darurat keamanan Ibu kota?

Apakah kerusuhan yang terjadi di Ibu kota dan beberapa kota besar lainnya merupakan PEMBIARAN PEMERINTAH

Kenapa Wiranto sebagai Menhankam / Pangab berangkat ke Malang pada 14 Mei 1998 untuk serah terima PPRC, padahal situasi Ibu kota sangat “Genting”

Jawabannya sangat sederhana. Mari simak dengan akurat tanpa KEBERPIHAKAN pada individu atau kelompok tertentu.

- Kemarahan elemen masyarakat atas terjadinya penembakan dan akhirnya 4 orang mahasiswa Trisakti tewas menuntut Reformasi oleh aparat keamanan.

- Info beredar bahwa Anggota Kopasus pakai seragam Polri sebagai pelaku penembakan “Sniper” atas perintah Prabowo.

- Teori konspirasi ini tidak terbukti, karena uji balestik Di BELFAST IRLANDIA tahun 2000 peluru di tubuh korban berkaliber 5,56 mm, Uji balestik thn 2000 peluru di tubuh korban berkaliber 5,56 mm, berasal dari anggota Polri Unit GEGANA.

- Jika penembakan dilakukan oleh Kopasus dengan SNIPER, kalibernya diatas 7 mm. Teori konspirasi TIDAK TERBUKTI.

- Jika penembakan pakai Sniper, maka sasaran tembak dipilih sesuai target, tapi faktanya penembakan yang terjadi secara Random.

- Jka kerusuhan yang terjadi adalah spontanitas, maka kerusuhan akan BERSIFAT MENJALAR ke daerah-daerah, tapi faktanya kejadian bersamaan.

- Jadi jelas bahwa kerusuhan di Jakarta dan kota-kota besar lainnya merupakan PEMBIARAN serta TERENCANA.

- Fakta lain keterlibatan Polri pemicu kerusuhan, Dan Puspom ABRI Syamsu Djalal, tidak berhasil meminta Kapolri Dibyo Widodo untuk menyerahkan anggotanya yang dicurigai terlibat penembakan mahasiswa Trisakti. Lebih 2 minggu setelah insiden berlalu 29 Mei, barulah Wiranto memanggil Kapolri dan memerintahkan agar menyerahkan anggotanya.

- Yang aneh, Kapolri menyerahkan anggota Polri ke Polda, BUKAN ke POM ABRI, karena saat itu Polri masih bagian dari ABRI.

- Yang Lebih Aneh, senjata Polri baru di serahkan sebagai barang bukti nanti 19 Juni 1998, 1 bulan lebih setelah peristiwa.

- Apabila Prabowo yang dituduh berada di balik penembakan itu, Prabowo sebagai Pangkostrad TIDAK PUNYA AKSES memerintah Polri.

- Yang dapat member perintah langsung pada Polri adalah Wiranto sebagai Menhankam / Pangab. Apakah ada keterlibatan Wiranto?

- Sebelum Wiranto berangkat ke Malang membawa petinggi2 ABRI “hanya sekedar upacara serah terima dari Dev. I ke Dev. II , malamnya tgl 13 Mei 1998 Wiranto memimpin rapat Garnisun menerima laporan situasi dan kondisi Ibu kota pasca kerusuhan. Dari rapat dg Garnisun seharusnya Wiranto membatalkan ke berangkatannya ke Malang bersama petinggi-petinggi ABRI

- Wiranto sebagai Menhankam / Pangab harus bertanggung jawab penuh terhadap situasi keamanan Ibu Kota dan RI.

- Upacara serah terima PPRC adalah hal rutin di TNI, tidak perlu Wiranto bertindak sebagai Komandan Upacara terlebih Ibu kota dalam keadaan genting.

- Menurut info yang beredar Prabowo sudah menunjuk Kasum TNI Fahrus Razi sebagai Inspektur, namun di ambil alih oleh Wiranto. Sengaja?

- Ada info bahwa Prabowo S sudah menghubungi Wiranto agar membatalkan berangkat ke Malang. Namun hal ini di bantah oleh Wiranto, bahwa tidak telepon Prabowo yang di terima oleh Ajudannya maupun Sekretarisnya.

- Sekarang faktanya, terlepas apakah Prabowo melarang Wiranto berangkat ke Malang atau tidak, Wiranto jelas-jelas mengabaikan situasi ibukota yang sedang genting, berangkat ke Malang. Apalagi dari hasil rapat Garnisun 13 Mei 1998 malam, Ketua Badan Intelejen ABRI Zaki Anwar melaporkan situasi Ibu kota sedang genting.

- Disini terlihat FAKTOR PEMBIARAN dari Wiranto soal keamanan Ibu kota pasca kerusuhan Mei 1998.

- Fakta lain bahwa Dan Puspom ABRI Syamsul Djalal ingin memberlakukan JAM MALAM di Ibukota, namun di tolak oleh Wiranto.

- Fakta lain keanehan sikap wiranto, Mabes ABRI perintahkan Pangdam Jaya membantu pengamanan Ibu kota, Pangdam Jaya minta bantuan pada Prabowo S untuk mendatangkan tambahan pasukan dari kerrawang, Cilodong, Malang dan Makassar. Tapi Wiranto tidak memberi izin pemakaian pesawat hercules, untuk mengangkut pasukan tambahan pengamanan.

- Sebagai Menhankam / Pangab seharusnya Wiranto mengambil alih Komando dan secara fisik wajib berada di lokasi kerusuhan.

- Fakta lain keterlibatan Wiranto adlh pembentukan Pam Swakarsa, Ini adalah trik Wiranto menangani protes rakyat dalam SI MPR. Pam Swakarsa yang dibentuk dari rakyat sipil berbasis Islam untuk melawan rakyat sipil, agar TNI cuci tangan dari konflik vertical.

- Kesaksian Kivlin Zein yang diperintah oleh Wiranto untuk minta dana dari Setiawan Djodi lewat Jimmly Asshidiqie untuk membentuk Pam Swakarsa

- Kembali pada peristiwa 12 mei’98 penembakan pada mahasiswa dan korban tewas 4 orang mahasiswa Trisakti Dituduh Prabowo S sebagai dalangnya. Fakta bhw 14 Mei terjadi pertemuan di Makostrad dengan tokoh2 masyarakat Adnan Buyung Nasution, Fahmi Idris (mantan Ketua Golkar), Bambang Widjajanto (Sekarang Pimp. KPK) atas inisiatif Setiawan Djodi. Ke 4 tokoh masyarakat ini menanyakan keterlibatan Prabowo S atas penembakan mahasiswa Trisakti. Prabowo Subianto menjawab : Demi Allah saya tidak terlibat, saya di set-up”

- Fakta berikutnya 5 hari setelah insiden penembakan, Prabowo dating ke rumah Herry hartanto (salah seorg korban), Di depan Syahril Mulyono (org tua orban) Prabowo di bawah Al-Qur’an bersumpah : “Demi Allah saya tidak pernah memerintahkan pembantaian mahasiswa”. Sebagai ummat Islam kita sangat yakin Prabowo bersumpah atas nama Allah, bukanlah pelaku atau pemberi komando.

- Ini jelas menandakan bukan Prabowo S di balik penembakan mahasiswa Terisakti 12 Mei 1998.

- Kasus penculikan beberapa org aktifis di curigai adalah keterlibatan Prabowo . Namun DKP (Dewan Kehormatan Perwira) yang menyelidiki kasus ini tidak pernah mengungkapkan hasil pemeriksaannya kepada publik. Tidak juga kepada Prabowo S yang notabene menjadi tertuduhnya.Sampai saat ini masyarakat tidak pernah mengetahui hasil penyelidikan DKP.

- Artinya DKP merahasiakan fakta yg sesungguhnya di balik penculikan aktifis

- Jika Prabowo sebagai dalang penculikan, kenapa korban-korban penculikan seperti Pius L. Lanang dan Desmond J. Mahesa menjadi pengurus Partai Gerindra

- Disini jelas Wiranto mengulur waktu atas hasil penyelidikan DKP, tentunya punya maksud tertentu yg patut di curigai.

- Dari rangkaian fakta insiden Mei 1998 tidak ada tuduhan yg mengarah ke Prabowo S, sebagai dalang kerusuhan Mei 1998.

- Silahkan masyarakat menilai sendiri siapa sesungguhnya aktor intelek dibalik kerusuhan Mei 1998 yang membawa korban harta dan nyawa rakyat Indonesia yang merupakan sejarah kelam ORBA dan munculnya reformasi.

- Semoga rakyat tidak memilih seorang pembantai rakyat yg sangat kejam dan biadab untuk calon presiden 2014. (http://politik.kompasiana.com/2013/05/28/siapa-aktor-intelek-dibalik-kerusuhan-mei-1998-563866.html)

Namun banyak orang yang menghubungkan  bahwa dalang kerusuhan tersebut adalah  Jenderal Prabowo Subianto. Prabowo yang telah dianggap penting oleh rekan-rekan Amerika sebagai pemimpin nasional masa depan, diyakini telah digunakan Kopassus dan tentara secara umum sebagai instrumen untuk memicu kekacauan. Hal itu juga kemudian mengimplikasikan bahwa Prabowo adalah orang di balik pembentukan 'regu Ninja', mungkin skuad yang sama di balik pembunuhan pria religius banyak terdapat di Banyuwangi dan yang dioperasikan oleh kelompok paramiliter di Timor Timur.

Sangat menarik untuk mengetahui bahwa Prabowo sekali memanfaatkan taktik menikahi seorang putri Presiden Soeharto meskipun akhirnya bercerai untuk mendapatkan akses ke istana presiden. Sama taktik yang diadopsi oleh Khairy Jamaluddin dari Malaysia yang pernah mengumumkan mimpinya menjadi Perdana Menteri berikutnya sebelum usianya 40. Prabowo juga memiliki latar belakang yang sama dengan profil Anwar Ibrahim dan Khairy Jamaluddin. Semuanya benar-benar dipanen uang miliar dolar negara melalui celah korupsi dalam pemerintah.  


Prabowo dan miliarder saudaranya Hasyim Djojohadikusumo juga orang di balik pembentukan 'Partai Gerakan Indonesia Raya' atau Gerindra singkatnya. Tujuan di balik pembentukan Gerindra adalah semacam hal yang sama dengan Anwar Ibrahim dan PKR di Malaysia, yaitu untuk mempromosikan Prabowo sebagai Presiden berikutnya Indonesia. Setelah ia gagal dalam usahanya untuk dicalonkan sebagai calon presiden untuk Partai Golkar, ia keluar Golkra dan bukan menggunakan Gerindra untuk mencalonkan dia sebagai calon Presiden untuk Pemilu 2009. Namun karena sejarahnya yang dianggap sebagai kewajiban terhadap peluangnya, ia disarankan oleh penasihat Alex Castinallos (AS Partai Republik konsultan media politik dan juga media teratas penasehat Bush Cheney '04) untuk menggeser strateginya dengan menyetujui untuk menjadi dinominasikan sebagai wakil presiden bersama Megawati Suekarboputri sebagai calon Presiden Susilo melawan tim-Boediono. Hal ini sangat menarik untuk dicatat bahwa Prabowo seperti Anwar Ibrahim tampaknya tidak mampu melepaskan diri dari pengaruh Illuminati bahkan untuk detail kecil seperti memilih logo partainya. Sedangkan Anwar Ibrahim telah memilih "semua mata melihat" sebagai logo untuk Partai Keadilan Rakyat, Prabowo telah memilih lambang kepala Garuda Pancasila sangat mirip dengan Illuminati lambang elang. Namun apakah semua partai di Indonesia terlepas dari kaum illuminati ini? Dan apakah benar jika seandainya terpilih Prabowo akan menghengkangkan komprador-komprador asing atau antek-antek asing dari bumi pertiwi Indonesia sesuai dengan pidatonya dalam Partai Gerindra??? Ataukah hanya kamuflase belaka seperti partai-partai lainnya.
 

Hingga saat ini, Jenderal Probowo melanjutkan misinya untuk menjadi presiden berikutnya dari Indonesia pada tahun 2014 ketika Indonesia mengadakan Pemilihan Presiden berikutnya. Tampaknya Illuminati / Masonic misi untuk membangun Novus Ordos Seclorum (New World Order) adalah hampir sinkronisasi di Indonesia dan Malaysia. Selanjutnya, karena acara yang lebih baru yang melihat alam (atau seperti yang saya pribadi lebih suka sebagai 'tidak alami) bencana, isu-isu politik dan ekonomi spiral karena resesi dunia saat ini (semua langsung atau tidak langsung disumbangkan oleh Illuminati sendiri), maka diperkirakan sekarang ada upaya-upaya untuk menggeser menyalahkan presiden untuk mendestabilisasi pemerintah agar pemilu yang akan dibawa ke depan pada tahun 2013. Apakah prediksi ini akan terwujud belum terlihat.



Thaksin, Anwar Ibrahim menuju kekuasaan saham mempunyai kesamaan. Untuk satu hal, semua dari mereka adalah korup dan korup menggunakan kekuasaan mereka untuk memanen kekayaan mereka. Prabowo dikenal menggunakan kedekatannya ke istana presiden untuk memperkaya saudaranya Hashim Djojohadikusumo yang merupakan salah satu orang terkaya di Indonesia. Anwar Ibrahim di sisi lain menggunakan mantan kemuliaan-Nya sebagai Menteri Keuangan untuk memperkaya ayahnya (Datuk Ibrahim A Rahman) sebagai pemegang saham IOI, Pengkalen Holdings, Nissan Industri Oksigen Inc) dan saudaranya Farizan, Marzukhi, Rani dan Rosli (Pengkalen dan Penas Corp). Thaksin di tangan lain sudah dinyatakan bersalah di pengadilan Thailand korupsi dan saat ini menjadi buronan kriminal oleh negara sendiri. Tuduhan korupsi terhadap dirinya cukup segelintir, dari pembelian empat 772.000.000 plot baht tanah dari tahun 2003 untuk mengeluarkan resolusi kabinet melanggar hukum menyetujui pengeluaran dana negara untuk bersekongkol untuk menghindari pajak dari 546 juta baht (US $ 15.600.000) di pengalihan saham Shin Corp 1997. Seperti Anwar dan Probowo, Thaksin menggunakan istrinya, anak-anaknya dan kerabatnya sebagai proxy untuk menumpuk kekayaannya.

Kesamaan lain antara ketiga pria sejarah mereka dalam politik. Kesamaan yang paling menonjol adalah fakta bahwa semua orang-orang ini tampaknya memiliki tujuan politik tunggal dalam hidup yaitu menjadi orang nomor satu di negara masing-masing. Seperti Anwar Ibrahim, Thaksin sebenarnya Wakil Perdana Menteri selama krisis tahun 1997 dan terlibat dalam keputusan untuk mengapung baht yang menyebabkan devaluasi dan pengapian dari krisis. Selama perdebatan kecaman pada tanggal 27 September 1997, Demokrat Suthep Thaugsuban bahkan menuduh Thaksin keuntungan dari informasi orang dalam tentang keputusan pemerintah. Sebagai buntut dari krisis, Thaksin kemudian mendirikan Partai Rak Thai Thai pada tahun 1998 yang ia gunakan sebagai kendaraan untuk naik pada kebencian masyarakat terhadap pemerintah dalam rangka meraih kemenangan menyapu dalam pemilihan Januari 2001. Jadi Anda lihat, apa yang Thaksin telah dilakukan adalah sangat mirip dengan apa Anwar Ibrahim lakukan. Anwar seperti yang kita tahu, secara pribadi bertanggung jawab mencoba untuk mengadopsi kebijakan gaya IMF di Malaysia pada tahun 1997. Bencana seperti gaya Indonesia hanya dihindari ketika ia keluar manuver oleh Tun Mahathir yang dikoreksi kebijakan dan memecatnya dari jabatannya. Ia kemudian mulai gerakan reformasi dan mendirikan PKR sebagai kendaraan untuk melakukan hal yang sama seperti apa yang telah dilakukan Thaksin. Satu-satunya perbedaan adalah bahwa di mana Thaksin berhasil, Anwar tidak.

Thaksin, Prabowo dan Anwar juga berbagi kecenderungan yang sama untuk melarikan diri ketika masa depan terlihat suram. Thaksin seperti yang kita tahu sekarang melompat dari satu tanah asing untuk suaka lain berusaha untuk lolos dari penuntutan. Prabowo berbagi strategi yang sama bersembunyi di Yordania pada tahun 1998 ketika perannya dalam kerusuhan dikenal oleh publik. Saya tidak berpikir ada kebutuhan untuk menjelaskan kecenderungan yang sama diadopsi oleh Anwar Ibrahim. Saya percaya setiap orang masih ingat persembunyiannya di Kedutaan Besar Turki pada tahun 2008 dan lain-lain nya mengeksploitasi mencoba untuk lari ke negara lain setiap kali dia percaya bahwa dia berada dalam kesulitan.

Ini adalah beberapa contoh tentang bagaimana stereotip rencana Illuminati. Karena semua tiga orang menerima instruksi dari sumber yang sama karena itu bagi mereka yang peduli untuk membaca secara rinci tentang kisah di balik krisis mata uang tahun 1997 akan menyadari irama Illuminati dalam seluruh acara dan orang-orang mendapatkan manfaat dari itu.

Artikel di atas adalah beberapa contoh tentang bagaimana agen Illuminati bekerja.


Share this article :

1 komentar:

 
PRA BENCANA KEDATANGAN DAJJAL • All Rights Reserved
    Twitter Facebook Google Plus Vimeo Videosmall Flickr YouTube