Headlines News :
"JIHAD Menegakkan TAUHID, Membela Sunnah RASUL ALLAH, Hancurkan SYIRIK, Musnahkan BID'AH, Terapkan SYARI'AT ALLAH, Berantas KEMUNGKARAN dan KEMAKSIATAN," Tegaknya AGAMA ini haruslah dengan Kitab (AL QUR'AN DAN SUNNAH) Sebagai Petunjuk dan Sebagai Penolong. Kitab menjelaskan apa-apa yang diperintahkan dan apa-apa yang dilarang ALLAH, Pedang atau Pena menolong dan membelanya ".(Nasehat Berharga Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahumullah)

Widget by KaraokeBatak
Home » » Apakah Imam al-Mahdi Ini Wujud Atau Tidak?

Apakah Imam al-Mahdi Ini Wujud Atau Tidak?

Written By Dedi E Kusmayadi on 02 Juni, 2013 | Minggu, Juni 02, 2013

Pertanyaan :

Saya ingin bertanyakan tentang kewujudan Imam al Mahdi. Apakah Imam al Mahdi ini wujud atau tidak? Dan jika wujud apakah perkaitannya dengan kita sebagai muslim?


Bahasan :

Namun sebelumnya persoalan Al-Mahdi ini...hendaklah kita maklumi awal-awal bahwa percaya kepada al Mahdi bukanlah termasuk ke dalam perkara pokok agama Islam.

Dengan begitu hendaklah kita maklumi awal-awal bahwa percaya kepada Al Mahdi bukanlah termasuk ke dalam perkara pokok agama Islam.

Pertama, sebelum kita melangkah lebih jauh dalam persoalan Al Mahdi ini... hendaklah kita maklumi awal-awal bahwa percaya kepada Al Mahdi bukanlah termasuk ke dalam perkara pokok agama Islam.

Ia bukan sebagian daripada Rukun Iman atau Rukun Islam,  persoalan Al Mahdi ini... hendaklah kita maklumi awal-awal bahwa percaya kepada Al Mahdi bukanlah termasuk ke dalam perkara pokok agama Islam.

sebelum kita melangkah lebih jauh dalam persoalan Al Mahdi ini... hendaklah kita maklumi awal-awal bahwa percaya kepada Al Mahdi bukanlah termasuk ke dalam perkara pokok agama Islam.

Kesimpulan kecilnya : Setiap individu berhak untuk percaya ataupun tidak akan kewujudan Al Mahdi.

Namun sebelumnya mari kita lihat dahulu tentang daripada hadith-hadith yang menceritakan kedatangan Imam Al-Mahdi. Puluhan malah mungkin ratusan hadith dan atsar tentang Al Mahdi boleh kita muatkan di sini namun antaranya terdapat yang dhaif malah yang palsu.

Berikut adalah hadith-hadith yang saya pegang (secara pribadi-boleh jadi betul atau salah pada menurut orang lain):



-  Rasulullah Saw. bersabda :


إِنَّهَا لَنْ تَقُومَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ، فَذَكَرَ
الدُّخَانَ، وَالدَّجَّالَ، وَالدَّابَّةَ، وَطُلُوعَ الشَّمْسِ مِنْ
وَيَأْجُوجَ ،n مَغْرِبِهَا، وَنُزُولَ عِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ
وَمَأْجُوجَ، وَثَلَاثَةَ خُسُوفٍ: خَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ
وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ وَخَسْفٌ بِجَزِيرَةِ الْعَرَبِ، وَآخِرُ
ذَلِكَ نَارٌ تَخْرُجُ مِنْ الْيَمَنِ تَطْرُدُ النَّاسَ إِلَى
مَحْشَرِهِمْ 


"Sesungguhnya TIDAK AKAN TERJADI KIAMAT HINGGA KALIAN MELIHAT 10 MACAM TANDA. Kemudian Nabi Muhammad SAW menyebutkan: MUNCULNYA DAJJAL, BINATANG (keluar dari dalam bumi), MATAHARI terbit dari barat, ISA BIN MARYAM TURUN KE BUMI, KELUARNYA YA’JUJ DAN MA’JUJ, TERJADI TIGA KHUSUF yaitu di timur, barat, dan jazirah Arab. Lantas akhir semua itu MUNCUL API DARI NEGERI YAMAN yang menghalau manusia ke tempat berkumpul mereka.” (Shahih Muslim, Kitabu Al-Fitan wa Asyrathu As-Sa’ah)

- Dari Abu Sa’id Al Khudri Ra, disebutkan bahwa lelaki yang dibunuh oleh DAJJAL ini adalah orang terbaik yang keluar dari Madinah untuk menghadapi DAJJAL, lalu berkata kepadanya, ” Aku bersaksi bahwa engkau adalah DAJJAL yang telah dijelaskan beritanya kepada kami oleh Rasulullah Saw. Lalu DAJJAL menjawab, apakah pendapat Anda jika aku bunuh orang ini, kemudian kuhidupkan kembali. Apakah Anda masih meragukan urusan ini ?” ( yakni tentang pengakuan DAJJAL sebagai TUHAN ). Lalu orang2 menjawab, “tidak !! Kemudian DAJJAL membunuhnya dan menghidupkannya kembali. Kemudian Lelaki itupun berkata, “DEMI ALLAH, TIDAK ADA ORANG YANG LEBIH MENGERTI TENTANG ENGKAU PADA HARI INI SELAIN AKU.” Lantas DAJJAL hendak membunuhnya, tetapi dia tidak mampu.
(Riwayat Shahih Bukhari, Kitabul Fitan, Bab Laa Yadkhulu Ad Dajjal Al Madinah 13 : 101).
 
- Rasulullah Saw. bersabda : Wahai sekalian Manusia !! Sesungguhnya TIDAK ADA FITNAH DI MUKA BUMI INI SEMENJAK ALLAH MENCIPTAKAN KETURUNAN ADAM YANG LEBIH BESAR DARI FITNAH DAJJAL. Sesungguhnya Allah tidak mengutus seorang Nabi, melainkan telah memperingatkan kaumnya akan fitnah DAJJAL. (Shahih Bukhari).

- Mengenai DAJJAL yang teriwayatkan dalam nash hadits adalah : seorang lelaki, berkulit kemerahan, berambut sangat keriting, buta mata kanannya, dan didahinya tertulis “KAFIR”, (Shahih Muslim hadits no.166, 169 dan masih banyak lagi riwayat shahih serupa).

- Al Mahdi adalah dari keturunan Rasul saw, mengenai hadits shahih yg mengatakan bahwa Al mahdi adalah Nabi Isa Putra Maryam adalah hadits Munqathi’, hadits yg mengatakan Al mahdi adalah dari Keturunan Rasul saw Ashahhu (lebih shahih), (Tafsir Imam Qurtubiy Juz 8 hal 122)

-  Imam Ahmad meriwayatkan dari Jabir bin Abdullah bahwa ia berkata : Telah bersabda Rasulullah Saw. DAJJAL akan keluar pada waktu AGAMA SUDAH TIDAK DIPERHATIKAN dan ILMU AGAMA SUDAH DITINGGALKAN ORANG. Kemudian TURUNLAH NABI ISA AL MASIH PUTRA MARYAM , lalu beliau MENYERU PADA WAKTU SAHUR dengan mengatakan, WAHAI MANUSIA !!! APAKAH YANG MENGHALANGI KAMU UNTUK KELUAR MENGHADAPI PEMBOHONG YANG BURUK INI ?! mereka berkata, Ini seorang lelaki bangsa Jin. Lalu mereka keluar, TIBA2 MEREKA JUMPAI NABI ISA AL MASIH PUTRA MARYAM, LANTAS DI IQOMATI UNTUK SHOLAT dan orang-orang pun berkata kepada beliau, “SILAHKAN ANDA MAJU UNTUK MENJADI IMAM, WAHAI RUH ALLAH, ” Beliau menjawab, HENDAKLAH IMAM KALIAN SAJA YANG MAJU KEDEPAN UNTUK MENGIMAMI SHOLAT. “Ketika NABI ISA PUTRA MARYAM selesai menunaikan SHOLAT SHUBUH, orang-orang keluar menemui beliau. KEMUDIAN SANG PEMBOHONG (DAJJAL) MELIHAT NABI ISA AL MASIH PUTRA MARYAM LANGSUNG MELELEH SEPERTI MELELEHNYA GARAM DALAM AIR. LALU NABI ISA AL MASIH PUTRA MARYAM MENUJU KEPADA DAJJAL DAN MEMBUNUHNYA, hingga POHON-POHON dan BATU-BATU BERKATA, “WAHAI RUH ALLAH !!! INI ADA ORANG YAHUDI !!! MAKA TIDAK ADA SEORANG YANG MENGIKUTI DAJJAL MELAINKAN DIBUNUHNYA.
(Al Fathur Robbani Tartib Musnad Ahmad 24 : 85-86)
 
- Bila kalian melihat keluarnya PASUKAN MEMBAWA BENDERA HITAM dari KHURASAN, maka datangilah walau dengan merangkak, sungguh dalam pasukan itu TERDAPAT KHALIFATULLAH AL MAHDI”. Hadits ini memenuhi persyaratan Shahih Bukhari dan Muslim. (Mustadrak ‘alaa Shahihain hadits no.8531).

- Sabda Rasul saw : “TAK AKAN DATANG HARI KIAMAT, SAMPAI PERMUKAAN BUMI DIKUASAI OLEH SEORANG LELAKI DARI AHLULBAITKU, namanya sama dengan namaku (MUHAMMAD) dan nama ayahnya sama dengan nama ayahku (ABDULLAH), maka ia memenuhi bumi dengan keadilan dan kemakmuran” (Shahih Ibn Hibban hadits no.6824)

- Bila kebangkitan Al mahdi, maka ia akan menundukkan Qastantiniyyah (Konstantinopel) dan mengalahkan mereka. (Tafsir Imam Attabari juz 1501)

- "Jika tinggal hanya sehari saja lagi sebelum kiamat tiba, nescaya Allah akan mengutuskan saeorang lelaki dari kaum keluargaku yang akan memenuhkan dunia ini dengan keadilan dan kesaksamaan, seperti sebelumnya dunia ini dipenuhi dengan penindasan." (HR. Abu Daud) 

- "Al Mahdi yang dinanti-nantikan itu adalah daripada kaum keluargaku. Allah akan menyempurnakannya dalam satu malam saja." (HR. Ibnu Majah)

- "Al Mahdi itu dahinya luas dan hidungnya mancung. Dia akan memenuhkan bumi ini dengan keadilan seperti sebelumnya bumi ini dipenuhi dengan kezaliman dan penindasan. Dia akan memerintah selama tujuh tahun." (HR. Abu Daud)

- "Al Mahdi itu adalah daripada keturunanku, daripada anak-anak Fatimah." (HR. Ibnu majah & Abu Daud)


- Walaupun banyak hadith dan riwayat yang palsu dan dhaif tentang Al Mahdi, namun jika dihimpunkan kesemua khabar dhaif dan hasan yang ada, maka secara mutawatirnya Al Mahdi memang wujud.


Kenyataan beberapa orang tokoh Islam tentang mempercayai Al Mahdi :
- Prof. Kiyai Anwar Musaddad-Ulama terkenal Indonesia : "Kita tidak boleh menghukum kafir, sesat atau keluar dari pada aqidah Islam terhadap orang yang mempercayai kewujudan Al Mahdi, termasuk orang yang mengijtihadkan atau menentukan seseorang itu sebagai Al Mahdi, karena Al Mahdi tidak termasuk dalam aqidah pokok."

- Haji Abdullah Long - guru agama terkenal dan pengamal Tariqat Naqsyabadiah, Muazzam Syah : "Kemunculan Imam Mahdi pada akhir zaman mempunyai nas yang mutawatir yang boleh didapati dalam kitab-kitab karangan ulama muktabar. Bagaimanapun ini bukan soal aqidah."

- Syed Omar Al Idrus (cucu Teukku Paloh, Terengganu): "Persoalan Imam Mahdi itu sendiri menjadi khilafiah para ulama."

- Dr. Mahmud Saedon-pensyarah UIA, 1988: "Kepercayaan kepada konsep Imam Mahdi bukan persoalan aqidah yang terpokok dalam Islam."

- Harun Yahya : Menurut Islam, hal ini merujuk pada satu masa menjelang akhir zaman, ketika ajaran Al Qur'an menang dan tersebar luas di seluruh dunia. Nabi Muhammad saw telah memaparkannya secara rinci di banyak hadits. Sepeninggal Nabi, sejumlah besar ulama Islam menambahkan penjelasan tentang urutan terjadinya peristiwa itu. Semua ini mengungkapkan, akhir zaman akan berlangsung melalui sejumlah tahapan peristiwa. Akhir zaman diawali dengan dunia yang penuh kerusakan akibat paham yang mengingkari Allah. Manusia semakin menjauh dari tujuan penciptaannya, dan menjalani hidup dengan kehampaan nilai ruhani dan akhlak buruk. Dihadapkan pada bencana dahsyat, peperangan dan nestapa, manusia pun mencari jawaban atas satu pertanyaan, "Di manakah letak jalan keselamatan?" Di tepi jurang keputusasaan ini, Allah mengirim "wujud ruhaniyah" untuk menyeru umat manusia keluar dari lembah kesesatan dan kekacauan menuju jalan yang benar. Dialah Imam Al Mahdi, yang berarti "seseorang yang memimpin manusia kepada kebenaran." 


Apa yang paling penting, janganlah isu yang kedudukannya di ujung agama ini dijadikan ber pecah belah dan saling menyesatkan. Kita saling menghormati pendapat orang lain asalkan mereka dengan hujah yang baik.


Sebagai tambahan:


Sayidina Umar Al Khatthab pernah meramalkan bahawa pada suatu masa nanti akan lahir daripada sulbinya (keturunannya) seorang yang bersifat sepertinya malah bernama seperti namanya.


Ini adalah riwayat yang amat biasa tidak banyak sanad, tidak mutawatir, tidak dipandang orangpun, tidak dinanti-nantikan kedatangannya, tidak bertaraf sahih pun perkataan Sayidina Umar ini. Namun ternyata ramalan sedhaif ini benar apabila munculnya Khalifah Umar Abdul Aziz.


Bandingkan dengan riwayat tentang Al Mahdi yang jauh lebih kuat berbanding ramalan Saidina Umar, banyak riwayatnya,  mutawatir, didukung oleh banyak ulama dinanti-nantikan kedatangannya, ada hadith-hadithnya yang bertaraf hasan, maka tidak mustahil Al Mahdi memang wujud.


Apa kaitannya dengan kita umat Islam.

Untuk mereka yang percaya :

Kalau kedatangan al-Mahdi memang benar, mereka mendapat keuntungan karena sedikit sebanyak telah ada persediaan sekurang-kurangnya untuk menjalani kehidupan pada zaman al-Mahdi. Lebih penting lagi kalau dapat berjuang bersama-sama al-Mahdi dan tidak mustahil mereka sedang berada dalam jemaah yang bakal menjadi tentera Mahdi itu sekarang. Perjuangan mereka juga akan lebih terencana karena sudah tahu ke mana arah Al-Mahdi melakukan penaklukan, terhadap tentera atau musuh yang akan dihadapi.  Umat Islam tidak akan terburu-buru untuk mengusir Yahudi daripada Palestina karena sudah maklum yang para Yahudi itu dikumpulkan Tuhan di Palestina hanyalah untuk melengkapkan ramalan akhir zaman tentang pembantaian besar-besaran umat Yahudi di sana oleh Al-Mahdi, Nabi Isa as dan tentera Islam.

Kalaupun tidak benar, mereka tidak akan kerugian apa-apa karena al-mahdi hanya merupakan perkiraan daripada al-hadith  saja dan bukan berasal dari Al Quran.


Untuk mereka yang tidak percaya :

Kalau kedatangan al-Mahdi benar, mereka akan mengalami sedikit kerugian karena tidak bersedia untuk hidup dan berjuang mengikut semasa era al-Mahdi. Ditakuti juga mereka akan menentang jemaah al-Mahdi tanpa disadari.

Kalau kedatangan Al Mahdi tidak benar, mereka tidak rugi apa-apa dan tidak untung apa-apa.


Kita boleh membuat pilihan yang bijak.

Siapakah yang paling kuat agar umat Islam tidak percaya kepada Al Mahdi?

Tidak lain adalah Yahudi laknatullah... kerana mereka tidak mau umat Islam bersatu dengan Al Mahdi lalu mendapat kemenangan menghancurkan mereka. Pelbagai jarum-jarum halus ditusukkan sama ada dari luar atau dari dalam Islam sendiri agar umat Islam tidak mempercayai hal ini.

Akhirnya, dari sudut pandangan perjuangan gerakan Islam :

Para sahabat menjayakan zaman Mekah dan Madinah yang pertama dengan adanya satu peribadi agung bersama mereka yaitu Rasulullah. Pejuang Islam hari ini tanpa satu peribadi agung mau kembalikan zaman Mekah dan Madinah yang kedua.


Bolehkah?

Para sahabat sendiri tidak mampu melakukannya tanpa satu pribadi agung, bagaimana para pejuang hari ini dapat merealisasikan zaman Mekah dan Madinah yang kedua tanpa satu pribadi agung?

Kita paham, pejuang hari ini tidak sehebat para sahabat. Logikakah kita yang tidak sehebat para sahabat ini dapat mengulangi kejayaan para sahabat plus 1 pribadi agung?

Maka untuk menyeimbangkan kuasa para sahabat dan peribadi agung ini, zaman Mekah dan Madinah kedua hanya akan direalisasikan dengan gabungan Al Mahdi dan ikhwan hari ini. Namun itu belum cukup, kerana Al Mahdi tidak setanding Rasulullah manakala ikhwan hari ini tidak setanding para sahabat.

Maka untuk medekatkan jurang ini, diturunkan bersama Al Mahdi dan ikhwan pejuang hari ini satu lagi peribadi agung yaitu Nabi Isa.

- Zaman gemilang 1 dilakukan oleh Nabi Muhammad bin Abdullah ditambah sahabat.

- Zaman gemilang 2 dilakukan oleh Al Mahdi Muhammad bin Abdullah ditambah ikhwan ditambah Nabi Isa.

Tamatlah pandangan pribadi saya.

‘Ber-Tuhan-kan Allah, Ber-syariatkan syariat Muhammad saw’

Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
PRA BENCANA KEDATANGAN DAJJAL • All Rights Reserved
    Twitter Facebook Google Plus Vimeo Videosmall Flickr YouTube