Injil Asli Ternyata Tidak Ada


Jika kita membaca kebelakang, yaitu sejarah Yesus, sebenarnya apa yang kita baca sekarang di Alkitab sebagian merupakan penambahan. Misalnya penyebutan "Nazareth", kata ini belum ada ketika Yesus lahir. Kata Nazareth baru ada setelah abad 2 M. Demikian pula dengan "Injil". Pada saat Yesus masih hidup apa yang diajarkannya yang sekarang disebut Al-Kitab tidak bernama Injil. Kata Injil baru ada setelah periode Yunani


Dari sini kita bisa memahami bahwa Apa yang disebutkan di dalam Al-Quran tentang kata Nashara atau Injil merupakan penyebutan dari sudut pandang Kristen awal. Perlu kita ketahui Al-Quran turun sekitar abad 6 M, nah untuk menceritakan periode awal Yesus, Al-Quran menggunakan bahasa yang dipahami oleh pengikut Kristen awal mula. Mengapa?. Karena Al-Quran diturunkan untuk pemeluk Kristen juga saat itu yang mana mereka (Kristen) lebih familiar dengan kata "Eungelion - Injil".  Itulah mengapa Al-Quran tidak memakai kata Bible atau Gospel, karena kata Bible atau Gospel baru ada pada abad pertengahan (kemungkinan setelah terserap dalam bahasa Inggris).


 
Euangelion is rarely found in the sense of "good tidings" outside of early Christian literature. As used by Homer it referred not to the message but to the reward given to the messenger (e.g., Odyssey xiv. 152). In Attic Greek it always occurred in the plural and generally referred to sacrifices or thank offerings made in behalf of good tidings. Even in the LXX euangelion is found for sure but once (II Kings 4:10: Eng. versions, II Sam.) and there it has the classical meaning of a reward given for good tidings. (In II Kings 18:22, 25, euangelion should undoubtedly be taken as fem. sing. in harmony with vss. 20 and 27 where this form is certain.) Euangelion in the sense of the good news itself belongs to a later period. Outside of Christian literature the neuter singular first appears with this meaning in a papyrus letter from an Egyptian official of the third century A.D. In the plural it is found in a calendar inscription from Priene about 9 B.C. It is not until the writings of the apostolic fathers (e.g., Didache 8:2; II Clement 8:5) that we sense a transition to the later Christian usage of euangelion as referring to a book which sets forth the life and teaching of Jesus (Justin, Apology i. 66).


Perhatikan yang diblok biru artinya :


Euangelion (injil) jarang ditemukan dalam arti "baik kabar" di luar literatur Kristen awal.



Injil berasal dari bahasa Yunani "Eungelion" yang berarti "KABAR BAIK". Kata ini (Eungelion) diluar literatur Kristen yang secara bentuk tunggal netral pertama kali muncul dalam surat papirus dari seorang pejabat Mesir abad ketiga Masehi. Dalam bentuk jamak ditemukan dalam kalender prasasti dari Priene sekitar 9 SM. Hal ini tidak sampai tulisan-tulisan para rasul (misalnya, Didache (ajaran rasul) 8:2; II Clement 8:5). Penggunaan euangelion di Kristen sebagai transisi merujuk kepada sebuah buku yang memuat kehidupan dan ajaran Yesus (Justin, Apology i. 66).


Sekitar tujuh abad sebelum Yesus nabi Yesaya telah menyampaikan serangkaian ucapan kenabian. Dengan citra yang jelas ia gambarkan pembebasan kedatangan Israel dari pembuangan di Babel. Seorang Penebus akan datang ke Sion memberitakan kabar baik kepada orang yang lemah lembut dan kebebasan untuk para tawanan (Yesaya 60:1-2).Yerusalem itu sendiri digambarkan sebagai pemberita yang pesan kabar baik (Yesaya 40:9).



Yesaya. 61: 1Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara,



Yesus pun juga menceritakan tentang Kabar baik ini selama masa pengajarannya. Yesus melihat nubuat ini dalam deskripsi misinya sendiri (Lukas 4:18-21; 7:22). Mereka menyatakan bahwa pengertian yang sama pembebasan dan kegembiraan yang merupakan karakteristik sejati proklamasi Mesias. Jadi Markus bisa menulis bahwa Yesus datang ke Galilea "untuk mengabarkan euangelion Allah" (Markus 1:14). contah ayat lainnya :



Mat. 11:5 orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.


Dan ternyata dari 4 Injil hanya Markus dan Lukas yang menggunakan kata ini. Jika benar Markus Dan Lukas menggunakan kata Injil, berarti bisa kita artikan bahwa Markus dan Lukas menggunakan kata Yunani. Padahal orang Yunani memeluk Kristen jauh setelah Yesus terangkat ke langit. Jadi siapakah Markus dan Lukas ini?



"Secara tradisional, Injil dikatakan segera ditulis sebelum 70 M di Roma, pada masa penganiayaan yang akan datang dan ketika kehancuran menjulang di atas Yerusalem (The New American Bible, ISBN:. 978-0-529-06484-4, Halaman 1064) "




"Keraguan serius mengenai apakah ada ayat-ayat ini milik Injil Markus Mereka absen dari naskah awal yang penting dan menampilkan kekhasan tertentu kosakata, gaya dan isi teologis yang tidak seperti sisa Markus.. InjilNya mungkin berakhir pada 16:8 , atau bagian akhir aslinya telah hilang. (Dari Catatan Kaki Alkitab NIV [1], halaman 1528) "



Jadi, pada kenyataannya, kita tidak benar-benar tahu apakah Markus adalah penulis Injil ini satu-satunya atau tidak, juga tidak tahu kapan dan di mana "Injil" itu bahkan ditulis.


Bagaimana denga Lukas?. Coba anda perhatikan ayat Lukas dibawah ini :

24:44 Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur."

24:45 Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.

24:46 Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga,



Diantara 5 Kitab Musa (Kejadian,Keluaran, Imamat,Bilangan, Ulangan) tak ada yang menyebutkan berita diatas. Dari sini kita bisa melihat kebohongan Lukas. Di ayat lain Lukas mengatakan sebagai berikut :



1:3 Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu,


Dari ayat diatas kita bisa tahu bahwa Lukas tidak teratur dalam membukukannya alias tidak mendapat inspirasi dari Tuhan.



Jadi bisa kita simpulkan bahwa kata Injil tak ada di awal-awal Yesus masih hidup. Lalu apa nama Kitab itu?. Mungkin lebih benar disebut sebagai "Kabar Baik atau Gembira".




Konsep Kabar gembira inilah yang sebenarnya dibawa oleh para nabi-nabi jaman dahulu, termasuk nabi terakhir Muhammad. Dimana di Al-Quran disebutkan antara lain  sebagai berikut :



Dan tidaklah Kami mengutus kamu melainkan hanya sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan. (Al-Furqaan 77 :56)



.......Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al-Qur'an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri. (An-Nahl : 89)  


 
Kabar baik yang dimaksud di artikel ini adalah Kabar Baik tentang disediakannya Surga untuk orang-orang yang bertakwa dan bersabar oleh Allah.



INJIL BARNABAS JUGA BELUM TENTU INJIL ASLI


1. Injil Barnabas Pemalsuan modern

Ada usaha untuk mendiskreditkan Injil Kristus dengan menampilkan "injil" yang berjudul injil Barnabas. Buku ini seolah-olah ditulis oleh salah satu murid Yesus/ salah satu rasul sezaman dengan Rasul Petrus dll, dan dianggap merupakan suatu kitab injil. Namun usaha pemalsuannya ini akhirnya ditelanjangi sebagai karya penipuan yang memalukan :

Contohnya :

Penulis buku tersebut mustahil Rasul Barnabas, karena kosa-kata yang digunakan dalam buku itu bukanlah kosa-kata yang lazim digunakan pada abad pertama. Dalam Perjanjian Baru, Barnabas adalah temannya Petrus dan Paulus. Mereka diabad awal memberitakan Injil-Salib yang sama kemana-mana. Walau ada perselisihan mengenai strategi penginjilan, namun mereka akhirnya berdamai kembali dan satu tujuan memberitakan kabar baik (injil) tentang Yesus Kristus.


Namun dalam kitab injil (palsu) Barnabas ini, Barnabas tiba-tiba muncul sebagai musuh besar Paulus. Buku palsu ini fatal ketika terbukti bahwa ia buta ilmu bumi, sejarah, adat istiadat dan sosial setempat, antara lain :


1. Dikatakan bahwa Yesus dilahirkan ketika Pilatus adalah Guberbur negeri Yudea, padahal Pilatus baru menjabatnya sejak tahun 26 hingga 36 Masehi.

2. Dikisahkan pula pelayanan Yesus dan murid-muridNya yang bertolak ke Galilea dan berlabuh di Nazaret yang disambut oleh para nelayan disitu. Padahal Nazaret bukan pantai pesisir, melainkan kota diatas perbukitan 14 km dari pantai Galilea.

3. Juga dikatakan, dari Nazaret Yesus berjalan mendaki ke Kapernaum (pasal 20-21), padahal Kapernaum itulah desa nelayan pesisir yang sering dikunjungi Yesus dan murid-muridNya.
Injil palsu Barnabas juga mengandung pernyataan-pernyataan dalam al-qur'an, Hadis dan Alkitab.

4. Injil palsu Barnabas bab 54 angka 104, Yesus Kristus menyangkal sebagai Al-Masih dan menunjuk datangnya seorang Al-Masih sesudah-Nya.

"Hazrat Isa mengaku dan berkata benar : Saya bukan Al-Masih… saya sememangnya telah dihantar kepada rumah Israil sebagai nabi penyelamat; tetapi setelah saya akan datangnya Al-Masih" (Injil Barnabas m.s. 54, 104)

Tulisan Barnabas palsu diatas tentu saja bertentangan dengan Al~Qur'an sendiri :

[Qs 3:45](Ingatlah), ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putra yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),


[Qs 4:17]Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.

Lucunya, di satu pihak Injil Barnabas mengakui bahwa Yesus adalah Kristus, di lain pihak Injil ini menyangkal bahwa Yesus adalah Mesias (Al-Masih). Sang pengarang rupanya tidak tahu tahu kalau Kristus (dari bahasa Yunani) dan Mesias (dari bahasa Ibrani) adalah dua kata yang sama:

5. Injil palsu Barnabas ini justru menolak orang yang beristeri lebih dari satu (pasal 115). Hal yang bertentangan dengan kepercayaan Muslim.

6. Ia mengajarkan ada surga yang kesembilan (bukan samai surga yang ke-7).

7. Malahan menghalalkan makanan yang diharamkan Islam. Begitu spekulatif dan absurb, total-total tercatat tidak kurang dari 20 kesalahan-kesalahan konyol. (sumber:http://answering-islam.org/Green/barnabas.htm)



2. Injil Barnabas Palsu menggunakan Bahasa Aramaik


Perisai.net- HEBOH penemuan “naskah kuno” Alkitab, yang konon berumur 1500 tahun, di Turki serta merta menjadi pemberitaan berulang-ulang di sejumlah media Islam. Tak tanggung-tanggung, “naskah kuno,” yang belum selesai diteliti itu, dengan cepat dihubungkan dengan Injil Barnabas, yang kontroversial dan penuh cacat itu.

Mengapa “naskah kuno” Alkitab Turki itu begitu menghebohkan dan populer di kalangan Muslim? Tak lain karena adanya dugaan bahwa dalam “naskah kuno” yang diklaim ditulis dalam Bahasa Aramaik itu terdapat ayat-ayat yang berisikan perkataan Yesus tentang kedatangan Muhammad. Klaim ini sangatlah terburu-buru, pasalnya belum ada satu pun media yang mempublikasikan isi sesungguhnya dari “naskah kuno” itu.

Namun, adalah Assyrian International News Agency (AINA) yang kemudian mengungkapkan kelemahan “naskah kuno” itu.

Dalam tulisan berjudulThe ’1,500′ Year Old ‘Bible’ and Muslim Propaganda (Alkitab Berumur 1500 Tahun dan Propaganda Muslim, red) yang ditulis oleh Peter BetBasoo dan Ashur Giwargis diungkapkan mengenai tulisan tangan atau inskripsi yang ada pada sampul depan “naskah kuno” itu. Tulisan tangan itu ditulis dengan tinta emas di atas kulit memperlihatkan gambar salib disertai inskripsi Bahasa Aramaik yang berbunyi:

berbunyi:

b-shimmit maran paish kteewa aha ktawa al idateh d-rabbaneh d-dera illaya b-ninweh b’sheeta d-alpa w-khamshamma d-maran


Terjemahan: “Dalam nama Tuhan kita, buku ini ditulis dengan tangan para biarawan dari biara tinggi Niniwe, tahun ke-1500 dari Tuhan kita.”

Niniwe adalah kota kuno Assiria dan berlokasi di Irak Utara sekarang, dekat Mosul.


Inskripsi yang dikatakan berumur 1500 tahun itu tampak mencurigakan, sebab teksnya terlalu mudah dibaca bagi penutur asli Bahasa Assiria modern (yang juga dikenal sebagai neo-Aramaik), yang rata-rata digunakan masyarakat Assiria saat ini. Padahal, terdapat perbedaan antara Bahasa Aramaik yang digunakan 1500 tahun lalu dengan Bahasa Assiria modern.

Di samping itu, terdapat kesalahan eja pada inskripsi tersebut: Kata pertama, b’shimmit maran (“dalam nama Tuhan kita”), keliru dieja dengan ‘t’ bukannya ‘d.’ Dalam Bahasa Assiria, ‘d’ adalah bentuk genitif (menyatakan milik), dan merupakan prefiks (awalan) kata yang mengikutinya. Sementara, dalam inskripsi tersebut digunakan ‘t’ dan muncul sebagai sufiks (akhiran).

Jika mengikuti tata Bahasa Assiria yang benar, maka seharusnya dibaca b-shimmad-maran, bukan b-shimmitmaran [Perhatikan: kata terakhir dari kalimat tersebut seharusnya ditulis:d-maran (Tuhan kita)].

Kesalahan lain adalah penulisan kata yang berarti “nama” dalam Bahasa Assiria (yaitu kata:ashma,dimana huruf awal ‘a’ adalah huruf diam). Jadi, jika ditulis dengan benar, seharusnya menjadi:b-ashma d-maran(dalam nama Tuhan kita).

Penulisan kata idatehjuga keliru, seharusnya diakhiri dengan ‘a’ menjadi idata. Dalam inskripsi tersebut muncul dalam bentuk frase al idateh (pada tangan), seharusnya ditulis: b-idata (dengan tangan).

Kalimat di bawah menggunakan kata ktawa (“buku” atau “kitab”), namun dalam Bahasa Assiria, Alkitab tidak pernah dikatakan sebagai sebuah “buku.” Lazimnya, orang-orang Assiria menggunakan istilahawreta (Perjanjian Lama), khdatta (Perjanjian Baru), atau ktawa qaddeesha (Kitab Suci).

Analisa ini barulah merupakan analisa terhadap sampul “naskah kuno” tersebut, sebab belum ada yang mengungkapkan isi dari “naskah kuno” itu.

Yang paling signifikan adalah jenis tulisan ini ditulis dalam Bahasa Assiria modern, yang distandarisasi sekitar tahun 1840-an. Alkitab pertama dalam Bahasa Assiria modern ditulis tahun 1848. Jika “naskah kuno” ini ditulis 1500 M, maka seharusnya menggunakan Bahasa Assiria klasik.

Sangat tidak mungkin para biarawan membuat kesalahan mendasar seperti itu. Karena itu, “naskah kuno” itu perlu dipelajari lebih lanjut untuk memastikan naskah apa itu dan kapan persisnya “naskah kuno” itu ditulis.

Lagipula, inskripsi yang ada pada bagian bawah sampul “naskah kuno” itu mengatakan bahwa “naskah kuno” itu ditulis tahun 1500 M. Jadi, jika “naskah kuno” tersebut memprediksikan kedatangan Muhammad, maka bukan hal aneh memprediksi sesuatu 870 tahun setelah kejadiannya, mengingat Muhammad lahir sekitar tahun 570 atau 571 M dan wafat tahun 632 M. Jika naskah itu ditulis tahun 1500 M, maka naskah itu bukan berisi prediksi, tetapi menulis sesuatu yang sudah terjadi.

Kebanyakan media, Islam dan Kristen, mencantumkan judul berita ‘Alkitab berusia 1500 tahun memprediksikan kedatangan Muhammad’ – tanpa bukti pendukung apapun.

Bagi umat Muslim, implikasiheadlineseperti itulah yang disukai, bahwa Yesus adalah seorang nabi, seperti Muhammad, dan bukan “Anak Allah,” seperti diyakini sebagian besar umat Kristen.

Menurut media Al Bawaba, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turki, ErtuÄŸrul Günay, berkata, “Sejalan dengan keyakinan Islam, Injil [Alkitab ini] menyatakan Yesus sebagai manusia biasa dan bukan Tuhan. Menolak ide Tritunggal Kudus dan Penyaliban dan mengungkap bahwa Yesus memprediksikan kedatangan Nabi Muhammad.”

Mengomentari kesalahan-kesalahan dalam buku tersebut, Al Bawaba mengatakan di artikel lain:


Sebagai contoh, kitab tersebut berkata ada 9 langit, dan yang ke-10 adalah surga, sementara Qur’an mengatakan hanya 7, dan mengklaim Perawan Maria melahirkan Yesus tanpa rasa sakit, sementara Qur’an mengatakan dia melahirkan dengan rasa sakit.

Menurut Injil itu, Yesus berkata pada para imam Yahudi bahwa Ia bukan Mesias dan bahwa Muhammad adalah mesias. Ini berarti penyangkalan atas eksisitensi Mesias, yang sebenarnya Yesus Kristus, dan menjadikan Yesus dan Muhammad seakan satu, orang yang sama.

Kitab tersebut juga mengandung informasi yang tidak memiliki kredibilitas historis, seperti adanya tiga pasukan yang masing-masing terdiri dari 200.000 prajurit di Palestina, sedangkan keseluruhan populasi Palestina 2000 tahun lalu bahkan tidak mencapai 200.000. Selain itu, Palestina diduduki Roma saat itu, dan mustahil Palestina diizinkan memiliki pasukannya sendiri.

Kalimat terakhir dalam Bab 217 berkata bahwa 100 pound batu ditempatkan di tubuh Kristus. Ini mengkonfirmasi bahwa ‘Alkitab’ tersebut ditulis baru-baru ini, karena yang pertama kali menggunakan pound sebagai unit pengukuran berat adalah Ottoman bersama Itali dan Spanyol dan eksperimen mereka, yang mana tidak dikenal di masa Yesus.

Bab 20 juga menyatakan bahwa kota Yerusalem dan Nazaret adalah kota pelabuhan.


Artikel yang sama diakhiri dengan “Berdasarkan banyak penelitian, Injil Barnabas ditulis oleh seorang Yahudi Eropa abad pertengahan, yang cukup akrab dengan Qur’an dan Injil. Ia, kemudian, mencampuradukkan fakta-fakta, dan niatnya tetap tidak diketahui.”

Sebagian besar media Islam, organisasi-organisasi liberal dan sekuler, saat ini banyak menampilkan penemuan ini sebagai sesuatu yang meruntuhkan Kekristenan, dan mengabaikan banyaknya kesalahan di dalamnya, dengan menyajikannya sebagai fakta sesungguhnya.

Fatalnya, banyak umat Muslim dan para pendukung kelompok liberal dan sekuler begitu percaya dengan “kesimpulan ceroboh” media-media tersebut.



1.3 Penulis Injil Palsu Barnabas

Injil asli Barnabas ditulis oleh seorang Tunisia berkebangsaan Arab yang bernama Ibrahim Al-Taybili


Tujuan Injil Barnabas ini dibuat publik sudah dapat menyimpulkan sendiri

dikutip dari : http://id.wikipedia.org/wiki/Injil_Barnabas
 

....Pada umumnya para sarjana sepakat bahwa teks Barnabas yang disebutkan untuk pertama kalinya dalam salah satu dari dua manuskrip yang dikenal, dilaporkan terdapat dalam naskah Morisco BNM MS 9653 di Madrid, yang ditulis sekitar 1634 oleh Ibrahim al-Taybili di Tunisia.....
.....Injil barnabas baru ada pada abad 16 dan ditulis oleh seorang moor Ibrahim al-Taybili di Tunisia yang notabennya ialah seorang muslim..

masih kutipan dari : http://id.wikipedia.org/wiki/Injil_Barnabas


Injil Barnabas telah terbukti oleh para akademisi pada umumnya (termasuk para sarjana Kristen dan sebagian Muslim) sebagai sebuah tulisan yang belakangan dan sebagai tulisan palsu. Isi Injil Barnabas melenceng jauh dari fakta sejarah.

Halaman-halaman dari manuskrip bahasa Italia ini dibingkai dalam gaya Islam, dan memuat pembagian pasal dan catatan-catatan pinggir dalam bahasa Arab yang tidak teratur tata bahasanya, dan dengan bahasa Arab yang keliru (sesekali dengan kata bahasa Turki, dan banyak ciri sintaksis Turki), catatan pinggir ini margin merupakan penafsiran yang kasar dalam bahasa Arab terhadap ayat-ayat tertentu. Sampulnya dalam bahasa Turki, dan kelihatannya asli. Tetapi kertasnya tampaknya Italia, seperti halnya juga dengan tulisan tangannya (meskipun dengan ejaan yang banyak tidak lazim.


Beberapa peneliti karya ini berpendapat bahwa Injil Barnabas aslinya adalah sebuah karya Italia, karena di dalamnya terdapat ungkapan-ungkapan yang sangat mirip dengan yang digunakan oleh Dante.


The earliest mention of the Gospel of Barnabas found to date is in a letter written by a Tunisian Morisco in Spanish. This letter, presently in the National Library of Madrid as No. 9653, was written in 1634 by Ibrahim al-Taybili 

(in Spanish Juan Perez).(http://www.answering-islam.org/authors/campbell/barnabas/chapter5.html) 


Injil-Injil Apokrif dan Inji-Injil Palsu

Injil-Injil yang dinyatakan Injil Gnostik dan dinyatakan Injil Palsu

1. Injil Barnabas Bahasa Italia dan Spanyol
Adalah injil Palsu yang dibuat oleh seorang muslim sebagai peneguhan bahwa Nabi Muhammad adalah mesias sesungguhnya dan menyelaraskan iman muslim dalam memeluk agama yang sempurna
apa yang sangat diharap-harapkan oleh seluruh umat Muslim ini nampaknya sudah menjadi celaan para ahli dan para pengguna internet yang mencari tentang kebenaran Injil tersebut

2. Injil Barnabas Bahasa Aramaik BACA PULA DISINI

Adalah injil Berbahasa Aramaik (bahasa yang digunakan pada zaman Yesus) konon berumur 1500 tahun ditemukan di Turki, namun lagi-lagi ini juga Injil Palsu,Para Ahli dalam penelitian awal mengatakan terdapat banyak kesalahan pada penulisan dan ejaan kata. Bahasa Aramaik yang digunakan pada injil ini menggunakan tata bahasa yang modern,bukan merupakan bahasa yang lazim digunakan pada zaman Yesus.


Injil pemalsuan modern ini dibuat untuk meneguhkan kepercayaan dari agama penyempurna dalam isinya mengatakan bahwa Isa a.s menubuatkan datangnya mesias(Nabi Muhammad)


3. Injil Philiph, Injil Thomas dan injil Maria

Injil philip,injil Thomas,Injil Maria di Nag Hamadi (Mesir) adalah adalah gulungan milik sekte gnostik yang ditemukan di Gurun Mesir pada tahun 1947. Yang paling penting untuk dicatat adalah, bahwa semua gulungan Nag Hamadi ditulis dalam bahasa Koptik. Bahasa ini adalah bahasa Mesir, dan sudah menjadi pengetahuan umum bahwa dokumen keristenan berasal dari bahasa Yunani, Ibrani dan Aramaik. Dan Injil tersebut bukan merupakan tulisan Rasul,melainkan injil tersebut ditulis oleh orang atau sekelompok orang dari abad ke 2 jauh setelah Rasul-Rasul tiada.


Tidak ada seorangpun pakar di dunia yang akan berani memberikan klaim bahwa "Injil Gnostik" (misalnya InjilThomas, Injil Philip, Injil Maria, dll) adalah dokumen asli yang dituliskan oleh Rasul .Maka jikalau ada klaim dengan menggunakan sumber2 "Injil Gnostik," klaim tersebut sangat diragukan kebenarannya.


4. Injil Istri Yesus


Adalah injil Pemalsuan Modern Yang lebih baik dari injil Barnabas, pasalnya injil istri Yesus ini dibuat menggunakan bahasa Koptik (Mesir) menggunakan tata bahasa Abad ke 2, Pemalsu Injil Istri Yesus ini menyalin tata bahasa sedikit demi sedikit dari Injil Thomas.


5. Injil-injil Paulus, Lukas, Yohanes, Matius dan Markus. Sebelumnya baca dulu DISINI Kejahatan yang paling utama sebenarnya bahwa orang-orang yang diakui sebagai murid-murid Yesus (Lukas, Yohanes, Matius, Markus) setelah naiknya Yesus ke langit, memberitakan Injil tidak seperti yang sebenarnya. Yaitu bahwa hampir sebagian besar tulisan murid-murid Yesus itu menuliskan bahwa "Yesus adalah Tuhan".

Sumber :
 

Tidak ada komentar