Raja Uang Illuminati Dunia Rothschild Ditolak Prabowo Dekati Siapa Lagi?

Jika kita mengikuti perkembangan kisah hubungan Rothschild dan Grup Bakrie, maka kita disuguhkan dengan berita terbaru tentang ajakan Rothschild kepada Probowo untuk bergabung membentuk konsorsium baru. Tujuan Rothschild sendiri adalah untuk menandingi proposal Bakrie dan untuk mempertahankan kepemilikannya dalam beberapa perusahaan batubara terbesar di Indonesia.

Perkembangan terbaru dari hubungan yang sudah terjalin dua tahun belakangan ini sekarang menunculkan tokoh baru, yaitu Prabowo. Akan tetapi pihak prabowo sendiri, yang menurut beberapa pendapat ahli akan menolak tawaran Rothschild, belum memberikan kejelasan.

Berkenaan dengan kisruh Rothschild dan Grup Bakrie (seperti yang diberitakan ipotnews.com), pengamat pasar modal, Yanuar Rizky menilai bahwa tidak akan terjadi kesepakatan pembentukan konsorsium pembelian saham Bumi Plc, antara Prabowo Subianto dan Nathaniel Rothschild. Hal ini terkait dengan perbedaan paradigma berpikir antara keduanya di bidang ekonomi.

“Dari sisi chemistry dan pencitraan, keduanya berbeda jauh,” ujarnya. “Kalau Prabowo deal dengan Rothschild, tentu sangat merugikan citra Prabowo yang sekarang sangat politis. Bagaimanapun juga Rothschild seorang kapitalis, sedangkan Prabowo lebih pro kepada ekonomi kecil,” ungkap Yanuar ketika dihubungi oleh media di Jakarta, Minggu (4/11).

Masih menurut Yanuar, upaya Rothschild mendekati Prabowo guna membentuk konsorsium tandingan terhadap proposal Bakrie Group senilai US$1,5 miliar untuk membeli Bumi Plc, tidak terlepas dari strategi untuk menaikkan nilai tawaran Bakrie. “Ini cuma untuk menaikkan harga saja, karena Bakrie mau membeli lagi. Kemungkinan strategi ini yang sedang dilakukan Rothschild,” ucapnya.

Pemberitaan di media belakangan ini sudah santer membicarakan bahwa Bakrie sudah menawarkan pembelian kembali saham anak usahanya di Indonesia, PT Bumi Resources Tbk. senilai US$1,5 miliar dari Bumi Plc. Rothschild yang sudah menjalin kerjasama dengan Bakrie selama dua tahun itu, saat ini disebut-sebut  tengah mencari mitra untuk mengambil alih saham salah satu perusahaan tambang terbesar di Indonesia tersebut.

Yanuar mengungkapkan, strategi bisnis yang tengah dilancarkan Rothschild ini juga merupakan upaya penciptaan isu yang diharapkan mampu mendongkrak saham Bumi Plc. “Saya menilai dia (Rothschild) sebagai financial player gain. Jadi, dia memainkan informasi untuk mendapatkan gain,” imbuhnya.

Lebih lanjut Yanuar mengatakan, langkah yang ditempuh Rothschild hanya sebagai provokasi dengan menggunakan nama Prabowo yang notabene akan mendeklarasikan diri sebagai calon presiden menyusul Aburizal Bakrie.

Mengenai fokus bahasan tentang kongsi yang dibentuk Nat Rothschild dan Prabowo Subianto guna menandingi Grup Bakrie (seperti yang dilansir oleh okezone.com, tampaknya akan mengalami kesulitan. Hal ini disebabkan ketidakjelasan konsorsium tersebut dan posisi serta kapasitas Prabowo.

Pendapat pengamat lain mengungkapkan, “Saya rasa akan sulit Rothschild menggandeng Pak Prabowo, karena dalam kapasitas apa Pak Prabowo duduk? Baik di dalam Bumi Plc atau seperti apa nantinya,” ungkap Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang kepada media, Minggu (4/11/2012).

Pembentukan konsorsium tersebut dilakukan sebagai upaya tindak lanjut proposal yang ditawarkan grup Bakrie tentang kepemilikan sejumlah saham. Sementara itu, Rothschild pun akan memberikan penawaran alternatif atas proposal yang diajukan Bakrie tersebut. Namun, dia akan memastikan masih memiliki kepemilikan di sejumlah aset batu bara tersebut.

Edwin berpendapat bahwa kerjasama yang dilakukan keduanya harus jelas, mekanisme seperti apa yang dilakukan antara Prabowo dan Rothschild, apakah nantinya Prabowo akan mengambil saham di Bumi Plc atau seperti apa nantinya.

“Kalaupun mereka (Rothschild) menggandeng Prabowo akan percuma, karena bagaimanapun juga kan ini masalah pertarungan antara Bumi Plc (Rothschild) dengan Bakrie Group,” tuturnya.

Sebelumnya, Nat Rothschild sudah ‘melamar’ Prabowo Subianto untuk berkongsi membentuk konsorsium guna menindaklanjuti proposal yang ditawarkan grup Bakrie. Dalam proposal yang diungkapkan beberapa waktu lalu, Bakrie Group akan melepas kepemilikan di Bumi PLC sebesar 23,8 persen untuk ditukar dengan 10 persen kepemilikan di Bumi Resources.

Pada proposal tahap kedua, Grup Bakrie akan membeli 18,9 persen sisa saham Bumi PLC di unit usaha Indonesia senilai USD278 juta atau setara Rp2,6 triliun (Rp9.600 per USD). Bakrie kemudian dapat mengendalikan 29 persen saham Bumi Resources dan tidak perlu berhubungan dengan Bumi PLC.

Dalam proposal tahap ketiga, Bakrie akan membeli aset tambang lain milik Bumi PLC, yakni 85 persen saham di PT Berau Coal Energy senilai USD950 juta (Rp 9,1 triliun). Rothschild pun akan memberikan penawaran alternatif atas proposal yang diajukan Bakrie tersebut. Proposal tersebut mungkin saja diluluskan Rothschild, tapi dia akan memastikan masih memiliki kepemilikan di sejumlah aset batu bara tersebut.

Meskipun belum jelas konfirmasi kejelasan dari pihak Prabowo mengenai kabar ajakan rotshchild untuk membentuk konsorsium baru, akan tetapi dari pandangan beberapa pengamat seperti yang dikutip diatas sepertinya sangat kecil peluang hal tersebut akan terjadi. Rothschild sendiri belum menunjukan sinyal bahwa ia akan berhanti begitu saja jika Prabowo benar-benar akan menolak tawarannya.

Meskipun penolakan tersebut tinggal menunggu waktu, siapakah yang akan diajak Rothschild untuk bergabung guna melabcarkan makarnya untuk menguasai perusahaan batubara terbesar di Indonesia?

Akankah ada tokoh pribumi yang mau membantu kelancaran politik pecah belah Rothschild diantara tokoh pribumi?

Ya mudah-mudahan saja sesuai dengan Misi partai Gerindra Pak Prabowo Bilang : "Gerindra Harus Mampu Menghabisi Koruptor, Komprador, dan Antek-Antek Asing" akahkah???

Tidak ada komentar