Headlines News :
"JIHAD Menegakkan TAUHID, Membela Sunnah RASUL ALLAH, Hancurkan SYIRIK, Musnahkan BID'AH, Terapkan SYARI'AT ALLAH, Berantas KEMUNGKARAN dan KEMAKSIATAN," Tegaknya AGAMA ini haruslah dengan Kitab (AL QUR'AN DAN SUNNAH) Sebagai Petunjuk dan Sebagai Penolong. Kitab menjelaskan apa-apa yang diperintahkan dan apa-apa yang dilarang ALLAH, Pedang atau Pena menolong dan membelanya ".(Nasehat Berharga Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahumullah)

Widget by KaraokeBatak
Home » » Bagaimanakah Alkitab/Bibel Berbicara Tentang Perempuan?

Bagaimanakah Alkitab/Bibel Berbicara Tentang Perempuan?

Written By Dedi E Kusmayadi on 05 Maret, 2014 | Rabu, Maret 05, 2014


Dalam Bibel, Perjanjian Baru, Timotius 2:14-15 dikatakan demikian, “Lagipula bukan Adam yang tergoda, melainkan perempuan itulah yang tergoda dan jatuh ke dalam dosa. Tetapi perempuan akan diselamatkan karena melahirkan anak, asal ia bertekun dalam iman dan kasih dan pengudusan dengan segala kesederhanaan”.

Dalam ayat Bibel di atas, wanita disalahkan sebagai biang dosa yang menyebabkan Nabi Adam as turun ke bumi. Kisah tentang Hawa yang memberikan buah terlarang pada Adam (Kejadian 3 :1-19), sehingga Hawa mendapatkan laknat abadi karena mewariskan dosa.

Ajaran-ajaran seperti itulah yang akhirnya menyebabkan Kristen mengganggap perempuan sumber kejahatan dan tipu daya.

Lebih lanjut filosof Barat, Christome menjelaskan : “Perempuan adalah keburukan yang pasti, tipu daya alam dan bencana yang tak terelakkan, bahaya dalam rumah, fitnah yang merusak da ia jahat berlumur darah”. (Well Doran : The History of Civilisation, jilid 16)

Bahkan ada pemikiran, Hawa bukanlah manusia. Dalam sebuah buku, seorang pendeta pernah mengatakan demikian, ”Perempuan tidak ada ikatan atau hubungan spesies manusia”. Wester Mark: The History of Marriage.

Hal senada juga disebutkan dalam sebuah Ensiklopedia, kutipan sebuah hasil rapat dua konferensi kegerejaan mengenai perempuan yang dilaksanakan di Roma tahun 582 M mengeluarkan komunike: ”Perempuan adalah mahluk yang tidak mempunyai jiwa dan oleh sebab itu selamanya tidak akan menikmati taman Firdaus dan tidak masuk kerajaan langit. Perempuan adalah kekejian perbuatan setan, tidak ada hak bicara dan tertawa dan tidak boleh memakan daging, bahkan setinggi-tingginya hak dia adalah menghabiskan semua kesempatan untuk melayani laki-laki tuannya, atau menyembah Tuhan Allah”. (Encyclopedie La Rousse, kata Femme)

Perempuan lebih rendah dari laki-laki, dan di bawah kekuasaan laki-laki, dan boleh diceraikan kapan saja (Ulangan 24 : 1-4)

Seharusnyalah perempuan berdiam diri dan menerima ajaran dengan patuh. Aku tidak mengizinkan perempuan mengajar dan juga tidak mengizinkannya memerintah laki-laki; hendaklah ia berdiam diri. (I Timotius 2 : 11-12)

Demikian buruknya pandangan gereja terhadap perempuan, sehingga kondisi perempuan terus berjalan dari yang buruk kepada yang lebih buruk hingga abad ke-17 M. Ketika itu perempuan berada pada level perbudakan dan kehinaan yang paling rendah.

Di Inggris ada undang-undang yang memperbolehkan laki-laki menjual istri-istrinya seharga 6 pounsterling. Sekitar tahun 1790, harganya menjadi 2 sen. (Abbas Akkad : Al-mar’ah fil al-Qur’an, hal.192.)

Sehingga kemudian muncullah feminisme. Gerakan ini muncul pada 1785 berawal dari perkumpulan terpelajar kalangan bangsawan di Middleburg-Belanda. Dari Belanda gerakan ini menyebar ke seluruh Eropa dan Amerika, dipelopori oleh Lady Mary Wortley Montagu & Marquis de Condorcet.

Sejatinya, gerakan feminisme muncul sebagai akibat ketidakpuasan perempuan terhadap hukum-hukum Bibel, sebagai bentuk protes terhadap norma-norma sosial saat itu, norma-norma yang didominasi oleh gereja pada abad 18, yang menindas perempuan.



Islam Pembebas Perempuan

Islam justru datang membebaskan perempuan. Islam hadir sebagai ideologi pembaharuan terhadap budaya-budaya, terhadap doktrin-doktrin gereja yang menindas perempuan dan kemudian mengubah status perempuan secara drastis. Tidak lagi sebagai second creation (mahluk kedua setelah laki-laki) atau penyebab dosa. Justru Islam mengangkat derajat perempuan sebagai sesama hamba Allah seperti halnya laki-laki.

Jika feminisme adalah gerakan protes terhadap gereja dan Bibel, maka Islam adalah ideologi yang justru menjawab protes tersebut. Maka, jika saat ini umat Islam masih ada yang ikut-ikutan latah mengampanyekan ide-ide feminisme, maka sungguh, dia adalah Muslim yang buta dengan ajaran-ajaran Islam!
Share this article :

8 komentar:

  1. Kejadian2:18-Tuhan Allah berfirman:"Tidak baik, kalau manusia seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang SEPADAN dengan dia."
    21-Lalu Tuhan Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, Tuhan Allah mengambil salah satu usuk daripadanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. 22-Dan dari rusuk yang diambil Tuhan Allah dari manusia (Adam) itu, dibangunNyalah seorang perempuan, lalu dibawaNya kepada manusia itu.
    23-lalu berkatalah manusia itu: " Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku, Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki."
    24-Sebab itu seorang lak-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.
    Kejadian 3:20. Manusia itu memberi nama Hawa Kepada istrinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup.

    BalasHapus
  2. Matius 19:6 Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.
    Matius 5:31 Telah difirmankan juga: Siapa yang menceraikan sterinya harus memberi surat cerai kepadanya. 32-Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan istrinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah.

    BalasHapus
  3. Lukas 16:18 Setiap orang yg menceraikan istriya, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah; dan barangsiapa kawin dengan perempuan yang diceraikan suaminya, ia berbuat zinah."

    BalasHapus
  4. Keluarga pertama ada inisiatif dan kreasi Allah sendiri, Dialah Penghulu pertama dari perkawinan Adam dan Hawa, oleh karena itu Dia membenci dan melarang perceraian.

    BalasHapus
  5. Efesus 5:33 Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan istri hendaklah menghormati suaminya.

    1Petrus 3:7 Demikianlah juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang.

    BalasHapus
  6. Waspadalah karena hari-hari ini adalah jahat.

    Allah banyak menjumpai anak2Nya; laki-laki dan perempuan untuk menyampaikan pesanNya kepada seluruh umat manusia untuk berjaga-jaga dan berdoa dan juga bersiap-siap diakhir jaman ini. berikut adalah kisah Tuhan memilih anak2Nya perempuan dari berbagai penjuru dunia..silakan dibuka sebagai referensi. Tuhan memberkati pak Dedi Kusmayadi dan keluarga.

    http://www.youtube.com/watch?v=J5cT6qOeGUc
    Kesaksian Lala Wanma (12thn) di Papua

    http://www.youtube.com/watch?v=1HqL6ppos1U
    Kesaksian Angelica Zambrano Amerika selatan

    BalasHapus
  7. pandangan yg keliru tentang ajaran kristen,jangan sepenggal2 bung kalau bicara firman Tuhan

    BalasHapus
  8. kalo copas ayat yg lengkap:


    Efesus 5
    25. Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah MENYERAHKAN diri-Nya baginya
    33. Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya.

    Kolose 3:19. Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia.


    sangat berbeda dgn ayat quran yg mengajarkan utk dipukul, pisahkan dari ranjang, talak 123, dst...

    http://yesustuhan.wordpress.com/faq

    BalasHapus

 
PRA BENCANA KEDATANGAN DAJJAL • All Rights Reserved
    Twitter Facebook Google Plus Vimeo Videosmall Flickr YouTube